Jumat, 27 Juli 2012

Enjoy Singapore!

Jam menunjukkan pukul 00.15 waktu setempat, tanggal 14 Juli dini hari, saat pesawat ValuAir yang kutumpangi mendarat di Bandara Changi, Singapura. Capek sih, setelah menunggu pesawat yang delay selama 5 jam! tapi yang lebih aku rasakan adalah very excited! Selama satu minggu, aku akan menjelajahi negeri Singa ini.

Kesan pertama, Singapura itu sangat bersih dan sangat teratur, dengan berbagai etnis manusia berkumpul di sana, seperti China, Jepang, Malaysia, India, termasuk dari Indonesia, juga ada bule-bule ras Kaukasoid itu. Aku beruntung karena kakakku bekerja di sana, jadi aku bisa tinggal di apartemennya yang berada di Orchard Road, salah satu pusat belanja terkenal di Singapura.

Aku begitu takjub saat melihat Singapura, karena di pinggir jalan ga ada rumah-rumah penduduk seperti di Indonesia. Semuanya bangunan-bangunan tinggi, baik apartemen maupun kantor. Begitu pula masyarakatnya. Di Singapura, kerap dijumpai kakek-kakek maupun nenek-nenek yang masih bekerja, seperti sebagai waiter/waitress di restoran, sopir taksi, sopir bus, cleaning service, sampai menjadi pemandu atau karyawan di tempat wisata. Hal ini terjadi karena Singapura ga memberi jaminan hari tua pada warganya, jadi mereka harus tetap bekerja demi hidup.

Jalanan di Singapura sangat lebar, dengan berbagai pohon besar dan taman kota yang menambah sejuk suasana. Kultur orang-orang di sana sangat suka berjalan kaki, jadi trotoar dibuat lebar, dilengkapi beberapa bangku seperti di taman, tempat sampah, dan spot untuk smoking area. Jadi ga ada orang yang merokok sambil jalan-jalan, apalagi buang sampah atau puntung rokok sembarangan. Bisa kena tilang sampai $1000! Singapura sangat ketat soal kebersihan.
Di semua jalan, mobil pribadi sangat jarang ditemui, apalagi sepeda motor, hampir tidak ada! Alat transportasi andalan mereka adalah bus dan MRT (Mass Rapid Transit, yaitu kereta cepat di bawah tanah yang stasiun dan rute-nya sangat banyak, bisa menjangkau seluruh tempat di Singapura), juga ada taksi. Jadi beda sekali dengan di Indonesia, dimana mobil pribadi mendominasi jalanan, ditambah sepeda motor yang begitu banyak, belum lagi angkutan umum yang menaik-turunkan penumpang seenaknya hingga menimbulkan kemacetan.

Pengalaman naik transportasi umum di Singapura sangat seru. Pertama kita membeli kartu sebesar kartu ATM gitu, dan menaruh deposit beberapa dolar di dalamnya. Nah, kartu ini dilengkapi dengan sensor, jadi setiap naik bus, kartu ini ditempelkan pada alat pembaca sensor itu, lalu tinggal duduk dengan tenang. Busnya sangat bersih, ber-AC, dan berjalan dengan tertib. Ia hanya akan berhenti di halte-halte, jadi ga bakal bisa mencegat bus dan naik atau turun sembarangan di pinggir jalan. Ga ada istilah angkutan umum yang “ngetem”. Setelah tiba di tujuan, kartu ini ditempelkan lagi di alat pembaca sensor yang ada di pintu keluar, secara otomatis kita sudah dianggap “membayar” karena saldo yang terdapat di dalam kartu itu sudah berkurang. Jadi ga ada kondektur di dalam bus! Jika ga punya kartu itu, masih bisa membayar dengan uang tunai yang berada di pintu masuk.
Kalau naik MRT, ga bisa bayar pakai uang tunai, jadi harus punya kartu itu. Stasiun-stasiun MRT biasanya ada di lantai paling dasar dari mall. Makanya sampai jam 12 malam mall masih terang benderang, walaupun toko-tokonya memang sudah tutup, karena mall itu adalah jalur lalu-lalang penumpang dari dan menuju MRT. Kartu ditempelkan pada pintu masuk stasiun MRT, lalu masuk peron, dan lihat papan-papan penunjuk arah mana yang akan kita tuju. MRT berjalan sangat cepat, paling sekitar 5 menit naik, kita sudah sampai di stasiun berikutnya. Setiap kali naik bus atau MRT, tarifnya sekitar $0,7 sampai $1,5 (Rp 6000-Rp 12.000) tergantung jauh-dekatnya jarak.
Kalau depositnya habis, bisa diisi ulang di mesin khusus seperti mesin setor tunai di ATM. Tinggal masukkan kartu, masukkan uang, ikuti instruksinya, setelah kartu sudah terisi jadi bisa dipakai lagi. Pantesan stasiun MRT selalu penuh orang, soalnya aku merasakan nyaman, bersih, aman, dan tentu cepat sampai ke tujuan.

Destinasi wisataku di Singapura diawali dengan mengunjungi Marina Bay Sands. Disana ada mall, hotel, casino, museum, gedung teater, semuanya jadi satu tempat di pinggir Sungai Singapura (Singapore River). Waktu malam, nonton "Light and Water Spectacular", perpaduan air mancur dengan sinar laser yang luar biasa bagus banget!! Setelah itu, jalan menyeberangi Helix Bridge, jembatan terpanjang di Singapura (280 meter) yang berbentuk mirip struktur DNA, berkelip-kelip lampunya so beautiful!
Jam udah menunjukkan pukul 10 malam, tapi di sisi seberang Marina Bay ada tempat makan yang masih ramai. Jadilah kami pesan makanan khas Singapura seperti Hokkian Mie, Fried Carrot Cake (namanya carrot tapi percayalah ini ga ada wortelnya sama sekali! Potongan lobak yang dicampur tepung lalu dikukus, digoreng dengan telur dan bawang putih), Chicken Wings, Sting Ray (ikan pari) bakar, dan Prawn Omellete. Minumnya Ice Sugarcane Lemon yang rasanya mirip es tebu yang diberi lemon. Wah, makanan Singapura enak-enak! Harganya berkisar antara $6 sampai $15 per porsi, es sugarcane lemon-nya $2 per gelas.
Abis makan, kami menuju Esplanade Building, yang masih ada di dekat situ. Bangunan beratap bundar unik mirip durian ini adalah gedung pertunjukan, seperti kalau ada konser musik, teater, opera, tari, dan sebagainya. Sayang, sudah tutup. Tapi kami masih bisa masuk dan melihat-lihat dalam gedung itu.
Dekat Marina Bay ada Singapore Flyer, The Giant Observation Wheel dengan tinggi 165 meter. Bersama dengan Merlion, patung berkepala singa-berbadan ikan yang sangat terkenal itu, Singapore Flyer, Marina Bay, dan Esplanade sering diabadikan sebagai ikon kota Singapura.

Di Singapura juga ada kebun binatang, namanya Singapore Zoo, Night Safari. Tempat wisata ini agak jauh, sekitar 1 jam perjalanan naik bus dari Orchard. Namanya juga Night Safari, tempat ini buka mulai jam 19.30 sampai 24.00. Tiketnya $20 per orang dewasa, $13 untuk anak-anak. Untuk melihat hewan-hewannya, kita harus naik kereta menyusuri rute yang dibuat, lamanya sekitar 25 menit. Tempatnya dibuat mirip dengan hutan alami. Gelap banget, tapi hewan-hewannya disorot dengan lampu jadi masih terlihat. Di dalam kereta juga ada pemandu yang menjelaskan hewan-hewan yang kita lihat.
Selain kebun binatang, di tempat ini juga ada toko souvenir, restoran, dan yang paling menarik adalah pertunjukan "Thumbuakar, Fire Show". Para pemerannya pakai baju mirip Indian, bawa tongkat bersulut api, lalu menari-nari. Setelah itu menenggak minyak tanah, lalu menyemburkannya ke arah api jadi apinya membesar. Mereka juga berinteraksi dengan penonton. Lucu dan menghibur sekali. Trus kita juga bisa foto dengan beberapa hewan seperti burung hantu dan ular.
Oya, di entrance hall-nya ada penjual jus yang botolnya mirip jam pasir tapi panjang. Lucu! Aku jadi beli jus mangga seharga $6,9. Cukup mahal untuk ukuran jus. Tapi botolnya lucu, dan aku suka. Kenang-kenangan dari Night Safari. Hehe...

Kalau ke Singapura, wajib mengunjungi tempat ini: Sentosa Island. Untuk menuju kesana, bisa naik MRT, bus, ataupun taksi. Tempat ini memang dikelola dengan baik untuk memanjakan para wisatawan. Di dalamnya ada hotel, casino, mall, restoran, bermacam-macam tempat bermain, toko souvenir, dan sebagainya; pokoknya tempat ini adalah tempatnya para turis!
Hal pertama yang harus dilakukan adalah mengambil map guide dan jadwal pertunjukan. Biar berwisatanya maksimal, kita harus mempelajari dulu lokasinya, lalu memperhatikan jam-jam pertunjukannya. Setelah itu, baru kita memutuskan mau mengunjungi tempat yang mana dulu.
Masing-masing wahana punya tarif masuk sendiri, berkisar mulai $10. Bagi yang suka tantangan, harus coba naik Skyline, kereta gantung yang membawa kita ke ketinggian, lalu turunnya menaiki Luge, yang mirip gokart tapi ga bermesin. Jadi tinggal “ngglender” ngikuti jalan sambil gerakkan kemudinya. Tarifnya $12,5 per orang untuk satu kali naik Skyline + Luge. Banyak yang ketagihan dan ingin lagi, jadi kita bisa membeli paket untuk 3x naik. Seru!

Kalau capek berjalan kaki, kita bisa naik tram (kereta) yang membawa kita berkeliling Pulau Sentosa atau naik Cable Car, kereta gantung yang memungkinkan kita melihat pemandangan Sentosa dari ketinggian (tarif $29). Selain itu, juga terdapat replika patung Merlion yang menjadi tujuan utama para turis untuk berfoto.

Karena merupakan pulau, di Sentosa ada pantai yang dinamakan Siloso Beach, Palawan Beach, dan Tanjong Beach. Semuanya indah! Di Palawan, ada Animal & Bird Park, kita juga bisa menyewa segway dengan tarif $12 per round. Sedangkan di Siloso ada flying fox dengan panjang 450 meter dan tinggi 75 meter! Tarifnya $35 sekali naik. Kita juga bisa main voli pantai dan masuk ke arena Laser Battle (tarif $18). Semuanya seru!
Nah, pertunjukan yang ga boleh dilewatkan adalah Songs of The Sea, letaknya di Siloso Beach. Tiketnya $10 per orang, dan selalu penuh. Jadi harus beli dulu sejak masuk ke Siloso, biar ga kehabisan, soalnya dalam 1 hari cuma ada 2 kali pertunjukan. Ini adalah pertunjukan air mancur dan sinar laser, mirip dengan di Marina Bay, tapi jauh lebih bagus karena ada teater musikalnya juga. Pokoknya keren! Two thumbs up!

Masih di Sentosa, Universal Studio adalah tempat paling menyenangkan berikutnya. Tempat ini adalah surga bersenang-senang! Tiket masuknya cukup mahal, untuk dewasa $68 waktu weekdays dan $74 waktu weekend; untuk anak-anak sekitar setengahnya. Untung aku datang kesana waktu hari Rabu. Walaupun bukan weekend, ternyata cukup ramai. Jangan lupa, ambil map guide dan jadwal pertunjukan dulu!

Universal Studio dibagi jadi 7 zona: Hollywood, New York, Sci-Fi City, Ancient Egypt, The Lost World, Far Far Away, dan Madagascar. Setiap zona mempunyai keasyikan masing-masing, sesuai karakternya. Secara garis besar, ada yang namanya Street Entertainment, yaitu semacam parade atau pertunjukan yang diadakan di jalan-jalan; Stage Shows, yaitu pertunjukan di dalam gedung; dan Meet and Greet Character, dimana kita bisa berfoto dengan orang-orang yang pakai baju bermacam-macam tokoh dan berada di sepanjang arena.

Permainan di sana benar-benar banyak dan bikin antusias, mau dicoba semuanya. Di zona Ancient Egypt ada Revenge of The Mummy: roller coaster indoor yang gelap dan sangat cepat, lumayan serem. Di zona The Lost World ada Jurassic Rapids Adventure, seperti arung jeram dan pasti kita dibuat totally wet! Ada juga show WaterWorld dimana adegan stuntman bersama semburan air, api, kepulan asap, dan pesawat terbang asli seperti di  filmnya!
Di Far Far Away, kita bisa nonton pertunjukan 4D tentang petualangan Shrek, Putri Fiona, dan Donkey-nya itu. Di zona New York kita bisa melihat cara membuat efek film action arahan sutradara Steven Spielberg. Jangan lewatkan pertunjukan “Monsters Rock” di zona Hollywood, teater musikal live yang panggungnya megah dengan sinar laser. Aku paling suka di Sci-Fi City, yang digambarkan sebagai kotanya Transformers. Disana ada Battlestar Galactica: roller coaster merah-biru yang heboh banget, juga Transformers The Ride: pertunjukan 3D yang seru dan keren abis! Pokoknya semua menarik, dari segi arsitekturnya unik, wahana-wahananya seru, pertunjukannya spektakuler, dan pastinya taman hiburan semacam itu disukai oleh semua usia. Berangkat pagi, pulangnya sudah malem...

Singapura memang komplit. Setelah jalan-jalan dan bersenang-senang, waktunya beli oleh-oleh untuk yang di tanah air. Mall memang jamak ditemui, namun kalau ingin barang dengan harga yang lebih murah, bisa mengunjungi Bugis atau Chinatown. Di tempat ini kita bisa belanja souvenir seperti kaus, gantungan kunci, magnet kulkas, dan segala macam pernak-pernik bergambar Singapore. Juga ada toko barang keperluan sehari-hari, toko cemilan, dan pasar buah. Misalnya kaus, beberapa stan memasang tulisan beli 3 semua ukuran hanya $10 sampai $12. Gantungan kunci satu set isi 6 buah harganya $10, dan tentu saja masih bisa ditawar.

Bagi yang masih kuat berjalan-jalan dan betah melek, kunjungi Clarke Quay. Tempat ini terkenal sebagai pusat jalan-jalan malam. Kebanyakan berupa restoran atau cafe dan pub (tempat dugem), dan cukup lengkap pilihan makanannya. Ada makanan Amerika seperti burger atau steak, makanan India, makanan Arab, makanan Melayu, makanan Spanyol, juga bisa memilih wine atau cocktail. Duduknya bisa di dalam restoran, bisa di luar, seperti tempat nongkrong lah...
Clarke Quay ini letaknya di pinggir Sungai Singapura, jadi kalau mau berjalan kaki menyusuri sepanjang sungai, kita bisa sampai di Marina Bay. Tapi ya lumayan jauh. Mau duduk-duduk saja di pinggir danau? Boleh.
Di salah satu jalan ada penjual Ice Cream Turkish. Tempat ini menyedot perhatian banyak pengunjung, karena penjualnya memakai pakaian seperti Alibaba. Pria berusia 50 tahunan itu menampilkan atraksi lucu setiap menciduk es krim. Beberapa pembeli –termasuk aku– tertipu saat mau menerima es krim yang ia berikan, karena kecepatan tangannya, es krim ga jadi berpindah tangan. Jadi merasa dikerjain sama dia! Hehehe... lucu banget! Rasa es krim-nya sih biasa aja, harganya $5 per cup.

Singapura membawa kesan positif di mataku. Negara ini benar-benar nyaman ditinggali. Sebagai turis, hampir tiap hari aku berangkat sekitar jam 10 pagi, pulang lebih dari jam 12 malam. Setelah seharian capek berjalan kaki, masih banyak cafe yang buka 24 jam. Ga perlu bingung kalau mau makan atau sekedar ngopi. Dini hari pun jalanan masih terang, beberapa mobil masih sliweran di jalan, banyak juga orang yang masih jalan-jalan. Di beberapa tempat, ada keran yang airnya bisa diminum. Singapura pun sangat peduli pada orang dengan keterbatasan fisik, hampir semua fasilitas umum mempunyai fasilitas juga untuk pengguna kursi roda. Apartemen maupun gedung kantor mempunyai sistem pengamanan sendiri, dimana hanya penghuni saja yang punya chip kartu akses buat masuk. Semua fasilitas dipelihara dengan baik dan terjaga kebersihannya.

Kuliner Singapura juara! Beberapa makanan yang aku sebutkan di awal adalah makanan khas sana. Coba juga Prawn Noodle (mie kuah merah dengan udang dan daging), Ya Kun Kaya Toast With Butter (roti panggang isi selai kaya dan mentega), Frog Porridge (bubur dengan kodok masak kecap), Salted Egg Crab (kepiting saus telur asin), White Pepper Crab (kepiting lada putih), dan Ribena (Juice Blackcurrant). Lucunya, aku disana juga sempat makan Smashed Fried Chicken (ayam penyet) dan Smashed Beef Steak (empal penyet) di restoran Indonesia. Ini gara-gara temannya Mamaku yang sudah lama tinggal di sana ngidam makan empal. Hahaha...
Oiya, tips kalau mau makan di Singapura, jangan lupa bawa tissue! Semua tempat makan di Singapura ga menyediakan tissue di mejanya. Biasanya mereka sedia tissue basah, tapi tentu harus bayar. Nah, kalau ga bawa, kita bisa beli tissue dari para “pengemis”. Ya, “pengemis” di Singapura yang kutemui –khususnya di kawasan Orchard– bukan sekedar menengadahkan tangan meminta uang dari pengguna jalan, tapi mereka berjualan tissue! Luar biasa ya.

Aku sangat enjoy berada di Singapura. Setelah liburan 1 minggu, tanggal 19 Juli aku harus kembali ke Indonesia. Saat kembali naik motor di jalanan Surabaya yang padat, jadi ingat jalanan Singapura yang bersahabat. Rasanya pengen pindah ke sana, masih terbayang-bayang bagusnya Singapura. Hehe.. Banyak tempat menarik yang belum aku kunjungi, dan aku berharap  suatu saat nanti bisa kembali ke sana. Singapore is The Fine City!

NB: Foto-fotonya di kamera Mamaku, kebawa sampai Kediri.. T_T  Ntar nyusul deh... :D

Senin, 23 Juli 2012

Sitting Disease


Dulu, aku termasuk orang yang kadangkala sakit punggung. Awalnya aku kira itu hanya karena salah posisi saat tidur. Sampai aku menemukan istilah “Sitting Disease” atau penyakit terlalu banyak duduk. Oh, ternyata ada juga yang seperti ini.

Penyakit terlalu banyak duduk (sitting disease) ini merupakan satu jenis "tren" baru bagi mereka yang memiliki gaya hidup minim aktivitas atau olahraga. Meski rasanya tak ada yang salah dalam menjalankan kebiasaan ini, namun sebuah riset terbaru mengatakan bahwa ketika tubuh jarang bergerak, maka resiko terkena penyakit jantung, diabetes, kanker, dan obesitas pun melonjak. Para ahli menemukan adanya hubungan antara terlalu lama duduk dengan peningkatan resiko terkena penyakit. Setiap satu jam kita duduk di depan televisi, bisa meningkatkan 18 persen kemungkinan terkena penyakit kardiovaskuler.

Untuk menghindari sitting disease ini, ada beberapa hal sederhana yang bisa kita lakukan, yaitu:

Aktivitas selain berolahraga. Bagi yang tak memiliki waktu untuk berlatih fisik setiap hari, masih bisa melakukan kegiatan fisik yang bukan olahraga berat. Aktivitas ini bernama Nonexercise Activity Thermogenesis (NEAT). Yang termasuk dalam kegiatan ini antara lain peregangan, menekuk lutut, memutar pinggang, dan lainnya. Cobalah untuk menargetkan diri melakukan kegiatan ini sepuluh menit dalam setiap jam. Asyiknya, NEAT adalah melakukan kegiatan fisik yang tak perlu mengeluarkan uang. Jadi, ini sangat tepat untuk kita yang tak memiliki uang dan waktu untuk pergi ke pusat kebugaran. Kita juga dapat mengembangkan aktvitas harian dengan berolahraga, misal, dengan mempercepat langkah saat menuju telepon, tak berkutat lama di depan internet, atau sekadar berjalan kaki keliling komplek.

Padukan duduk dan berdiri. Duduk dalam waktu lama tidak sehat untuk manusia, namun berdiri dalam waktu lama pun bisa menimbulkan masalah, seperti punggung sakit dan kaki pegal atau kram. Akan sangat baik untuk mengubah posisi dari duduk ke berdiri dan sebaliknya secara rutin.

Ambil waktu istirahat. Kebanyakan orang sudah mengetahui, bahwa jika tubuh kita tidak beraktivitas fisik, maka timbangan berat badan bisa melonjak, namun hal ini tidak menjadi motivasi yang cukup kuat untuk membuat seseorang mulai bergerak. Jadi,  lebih baik kita mulai memotivasi diri dengan gol kecil. Cobalah untuk melakukan peregangan seluruh bagian tubuh, khususnya otot-otot yang sering kram. Jika kita melakukan peregangan ini 5-6 kali per hari, kita akan merasakan perbedaannya.

Jangan malas! Anggaplah tahun ini adalah tahun sebelum kejayaan internet. Jika ada perlu dengan rekan kerja yang masih ada di lantai yang sama, kunjungilah sesekali. Kurangi pengiriman email yang sebenarnya bisa dilakukan sambil bertatap muka. Kita bisa membina hubungan baik dengan rekan kerja, sekaligus melakukan aktivitas fisik yang menyehatkan.

Kebiasaan baik. Berdiri menggunakan otot lebih banyak, dan membakar kalori lebih banyak ketimbang duduk. Jadi, kita dapat melatih diri untuk berdiri, ketika menerima telepon, misalnya. Menggunakan tangga darurat untuk naik atau turun beberapa lantai dan mengurangi penggunaan lift juga akan membawa dampak baik bagi tubuh.

15 menit untuk 2 jam. Memperlama diri duduk di ruang kerja bisa membuat diri kita lelah. Akibatnya, kita cenderung mengantuk menjelang jam pulang kantor. Namun, ketika kita berjalan kaki sekitar 15 menit di sore hari, kita akan merasa lebih produktif di jam-jam menjelang pulang kantor.

Pertimbangkan transportasi umum. Amat berbahaya untuk mencoba berolahraga sambil menyetir mobil atau kendaraan pribadi. Namun, ketika kita menggunakan kendaraan umum ke tempat kerja, kita bisa berdiri, menggerakkan otot-otot kaki dan tangan, atau turun beberapa meter dari kantor untuk berjalan sejenak menuju kantor. Jika transportasi massal bukan pilihan, kita bisa mencari tempat parkir yang cukup jauh agar bisa berjalan kaki beberapa menit menuju kantor dan sebaliknya, dari kantor ke kendaraan.

Tonton televisi lebih banyak. Ya, Anda tak salah baca, namun jangan senang dulu. Anda boleh menonton televisi dalam waktu lama hanya jika Anda melakukan kegiatan yang cukup mengolah fisik di depannya. Misal, tempatkan treadmill atau sepeda statis di depan televisi. Tak ada alat kebugaran ini? Berbenah sambil menonton televisi, misal, bersih-bersih daerah di depan televisi, juga dapat kita lakukan. Jangan biarkan diri kita melemah karena terlalu banyak bersantai. Riset menunjukkan bahwa semakin lama kita menonton televisi, makin besar pula resiko lingkar pinggang kita melebar, dan makin tinggi pula resiko kita terkena penyakit kardiovaskuler.


Jadi, sudah jelas bahwa terlalu banyak duduk dapat mengganggu sistem metabolisme tubuh dan meningkatkan resiko kematian. Mereka yang kurang aktif dan lebih banyak menghabiskan waktu lebih untuk duduk mempunyai resiko kematian dua kali lebih tinggi dalam jangka waktu tiga tahun ke depan. Bagi mereka yang berolahraga secara teratur dan mereka yang jarang menghabiskan waktu di tempat duduk, resiko kematian lebih rendah. Jadi, mari kita  lakukan aktivitas paling mudah: berdiri dan berjalan kapan pun kita bisa!


(sumber: Kompas.com)

Sabtu, 23 Juni 2012

"Boss" atau "Leader"?


Tuhan menciptakan manusia dengan segala kekuasaanNya. Kata John Locke, pada saat dilahirkan, manusia itu ibarat kertas yang putih bersih (tabula rasa). Pola asuh dan lingkunganlah yang membentuk seseorang menjadi manusia seperti pada waktu dewasa. Banyak segi kepribadian dan karakter individu yang diperolehnya dari proses belajar.
Karakter tersebut terus menemukan muaranya seiring dengan perkembangan hidup manusia. Selain dipengaruhi oleh sifat bawaan, karakter hasil pengaruh lingkungan itu kemudian menentukan bagaimana manusia berperilaku.

Dalam perilaku kehidupan sehari-hari, manusia pasti berhubungan dengan sesamanya. Bagi kita yang berada di dunia profesional berlabel perkantoran, kerjasama dan komunikasi yang baik mutlak diperlukan agar dapat bekerja dengan baik pula. Aku menulis ini karena terinspirasi oleh perilaku orang-orang di kantorku.

Di kantorku ini, ada ± 160 manusia. Dari jumlah itu, sekitar 13 orang menjabat supervisor dan pimpinan di beberapa bagian, seperti departemen marketing, departemen kredit, departemen operasional, dsb. Memang terkesan aneh, dalam satu kantor ada begitu banyak pimpinan. Tapi karena perusahaan tempatku bekerja ini mempunyai banyak cabang di seluruh Indonesia, dan Surabaya adalah kantor cabang terbesar, maka sebagian besar pimpinan seperti koordinator area, koordinator wilayah, juga para koordinator operasional ditempatkan di Surabaya; tentu dengan tetap berkoordinasi dengan kantor pusat di Jakarta.

Nah, menarik saat mengamati bagaimana para pimpinan dan supervisor ini bekerja. Mereka mempunyai gaya masing-masing. Ada yang begitu terbuka dalam hal koordinasi, ramah, namun tetap tegas dan profesional, sehingga ia disukai oleh kami, para staf, baik yang berada di departemennya maupun bukan. Sebaliknya, ada pimpinan yang terkesan kaku, begitu serius, disegani, bahkan cenderung ditakuti oleh para staf. Ada yang meluapkan emosi secara terbuka, ada pula yang lebih mampu mengelola emosinya. Ada yang dibalik sikap tegasnya memimpin ternyata juga suka melucu dan tertawa keras-keras. Ada pula lho, yang tidak berbahasa Indonesia yang baik, tapi kalau ngomong campur-campur dengan bahasa Jawa! Ada yang moody, alias pas mood-nya baik, ia ikut senang-senang dengan para karyawan, tapi hati-hati aja pas mood-nya jelek... bisa “disemprot” deh...hehe.. Macem-macem lah! :D

Nah, berdasarkan pengamatan itu, aku belajar mengapa ada pimpinan yang –dalam bahasa gampangnya– disukai, disegani, cenderung ditakuti, atau tidak disukai (dibenci). Ternyata itu ditinjau dari bagaimana cara mereka memperlakukan anak buah atau para stafnya. Ada yang disebut “Boss”, dan juga “Leader”.
Boss dan Leader adalah dua istilah yang mempunyai definisi tersendiri, walaupun kelihatannya sama, yaitu seseorang yang memuncaki suatu piramida pekerjaan.



Leader adalah seseorang yang mampu memotivasi bawahannya. Ia mempunyai pikiran yang terbuka untuk menerima kritik, tantangan, maupun ide dari orang lain. Seorang Leader tidak serta merta memerintah bawahannya, namun lebih mendorong mereka untuk melakukan pekerjaannya secara lebih baik. Oleh sebab itu seorang Leader dipandang sebagai contoh yang baik, dihormati dan disukai bawahannya bukan semata-mata karena jabatan ataupun senioritasnya, namun juga karena kemampuan, karakter, serta attitude-nya.

Sebaliknya, Boss dihormati terutama karena kekuasaannya. Boss menciptakan suasana tegang dan rasa takut pada para stafnya, akibat kontrol ketatnya terhadap kinerja mereka. Seorang Boss biasanya tertutup terhadap kritik, tantangan, dan saran dari anak buahnya. Hal ini berarti bahwa pengakuan dan penghormatan yang diterima oleh si Boss adalah karena ketakutan anak buahnya kepada mereka.

Secara garis besar, perbedaan tersebut dirangkum sebagai berikut:
  1. Boss mengarahkan bawahannya, Leader mengajari mereka.
  2. Boss mengandalkan kekuasaan, Leader mengandalkan niat / kehendak baik.
  3. Boss menciptakan ketakutan, Leader menimbulkan antusiasme dan rasa percaya diri.
  4. Boss mengatakan ”Saya”, Leader mengatakan ”Kita”.
  5. Ketika Boss menyalahkan bawahannya, Leader memperbaiki kesalahan mereka.
  6. Boss memerintah bawahannya, Leader meminta kepada mereka.
  7. Boss menggunakan kemampuan karyawannya, Leader mengembangkan kemampuan mereka.
  8. Boss tahu bagaimana cara menyelesaikan sesuatu, Leader menunjukkan bagaimana cara menyelesaikan sesuatu.
  9. Boss membuat pekerjaan menjadi membosankan, Leader membuat pekerjaan menjadi menarik.
  10. Boss mengatakan ”Pergi!”, Leader mengatakan ”Mari kita pergi!”.
  11. Untuk menjadi Leader, seseorang harus memberikan contoh yang baik, sedangkan Boss tinggal memberikan perintah dan menunggu hasil yang dikerjakan oleh orang lain.

Kalau dari segi persamaannya, baik Leader maupun Boss adalah orang yang mempunyai kedudukan di sebuah perusahaan. Sama-sama mempunyai kekuasaan, hanya saja yang satu lebih dihormati karena kualitas dan karismanya, sedangkan satunya dihormati karena ditakuti. Boleh dikatakan bahwa setiap Leader dapat menjadi Boss, tetapi jarang ada Boss yang dapat menjadi Leader.

Dari pembelajaran itu, kesannya memang Leader lebih positif, ya?
Lalu bagaimana caranya seorang Boss dapat menjadi Leader?
Seorang Boss harus menunjukkan bahwa ia mempunyai pengatahuan yang memadai, rencana kerja yang jelas, antisipasi terhadap segala kemungkinan masalah, tinjauan masa depan, tindakan yang nyata, berorientasi pada proses serta hasil, menghargai setiap pribadi bawahannya, serta bertindak sebagai teman sekaligus mentor bagi mereka. Kualitas-kualitas tersebut diperlukan untuk menjadi seorang Leader.
Selanjutnya, seorang Leader yang baik harus dapat membuat anak buahnya menyadari bahwa mereka mempunyai kemampuan lebih besar dari yang mereka pikirkan, sehingga mereka dapat bekerja dengan memaksimalkan kemampuan tersebut secara konsisten. Lebih lanjut, seorang Leader tidak lagi menciptakan pengikut atau bawahan, namun ia dapat menciptakan Leader-Leader baru.

Terlepas dari apakah karakter Boss atau Leader itu dipengaruhi oleh sifat bawaan dan pola asuh masa anak-anak, semuanya kembali pada proses belajar di lingkungan pada masing-masing individu tersebut.

So, which one are you: Boss or Leader?

Senin, 18 Juni 2012

Venesia: Ada Cita dan Cinta


Jika di blog sebelumnya aku mengatakan kalau pacarku ingin sekali mengunjungi Spanyol (blog: Ada Apa Antara Pria dan Sepakbola?), beda denganku. Sejak dulu, aku ingin pergi mengunjungi sebuah kota yang terletak di negara tetangganya Spanyol:  Venesia. Aku amat jatuh cinta pada kota ini.

Venesia atau Venezia (Venice) adalah sebuah kota yang terletak di sebelah timur laut Italia. Kota ini unik karena terletak di tengah-tengah laguna, di ujung barat Laut Adriatik, sehingga ada yang menyebutnya ”Kota Air”. Panjang laguna sekitar 51 km dan lebarnya 14 km. Dengan luas wilayah 412 km2 dan populasi penduduk sekitar 272.660 jiwa (2009), Venesia terdiri dari 118 pulau-pulau kecil yang dipisahkan oleh sungai dan terhubung dengan kanal-kanal.
 
Kanal-kanal di kota Venesia















Sejarahnya, kota ini sudah ada antara abad kelima sampai ketujuh Masehi, pada waktu gelombang penyerbuan orang barbar menyapu dari utara, membakar rumah dan menjarah penduduk di daratan utama.
Orang-orang melarikan diri dari para penjarah, lalu banyak yang bersembunyi di pulau-pulau laguna yang sulit dijangkau tetapi lebih aman.
Kemudian pembangunan pertama di tempat ini dilakukan di atas fondasi tiang-tiang yang dipancangkan ke dalam lumpur dan diikat dengan anyaman ranting-ranting atau buluh.
Belakangan, orang-orang Venesia membangun rumah-rumah batu diatas fondasi ribuan tiang kayu.
Sementara itu, Kepulauan Rialto di Laguna itu, yang belakangan menjadi pusat kota, sering terendam air dan tidak cukup kuat ataupun cukup besar untuk menampung arus pemukim. Air harus dikeluarkan dari kepulauan itu dan daratan diperluas dengan menggunakan sistem reklamasi tanah yang primitif. Jadi, penduduknya menggali terusan untuk lintasan perahu mereka dan memperkuat kepulauan tersebut agar gedung-gedung yang lebih memadai dapat dibangun. Jembatan-jembatan dibangun di atas kanal-kanal untuk mempermudah para pejalan kaki melintas dari satu pulau ke pulau lain.
Oleh sebab itu, di Venesia hampir tidak ada jalan darat, semuanya di atas air, dengan alat transportasi utama adalah perahu. Namun, disana juga masih ada kereta, bus, juga ada rental mobil untuk para wisatawan.
 
 













Di seluruh dunia, Venesia terkenal sebagai destinasi wisata karena keindahan alam, arsitektur kuno, juga warisan seni budaya musik dan keseniannya yang kaya. Makanya Venesia termasuk dalam World Heritage Site. Selain sebagai kota wisata, Venesia juga dikenal sebagai kota industri. Peninggalan dari kemasyhuran kota dagang menjadikan Venesia sebagai salah satu tempat yang terkenal di tepi Laut Adriatik, hingga mendapat julukan ”The Queen of The Adriatic”.

Basilica di San Marco
Untuk mengelilingi kota yang dibangun dari pulau-pulau kecil itu, dapat digunakan vaporetto atau bus air dari pangkalan yang bernama Ferovia, tak jauh dari stasiun. Dari tempat ini pengunjung bisa mengelilingi sejumlah tempat di Venesia; misalnya San Marco, yakni sebuah tempat dengan bangunan-bangunan yang megah dan berumur ratusan tahun. Di sini terdapat Basilica Saint Mark, menara lonceng, dan tepian kanal yang indah dihiasi oleh kilauan sang surya di atas laguna yang hijau, semuanya menggugah inspirasi para seniman. 
Selain itu, di banyak istana, museum, dan gereja, terdapat lukisan-lukisan kreasi para seniman tersohor yang menarik untuk dicermati. Lalu ada pula Galeri Academica yang dibangun pada tahun 1750-an. Campo Santo Stefano dan Gereja San Moise, yakni sebuah gereja yang sangat terkenal karena kaya akan sejarah didalamnya, juga menjadi salah satu spot wisata yang menarik. 
Grand Canal
Bell Tower di Saint Mark
































Jembatan Rialto
Kata banyak orang nih (soalnya aku belum pernah ke sana), berkunjung ke Venesia bagaikan melangkah dua atau tiga ratus tahun ke masa silam. Kota ini mempunyai suasana tersendiri yang tak dimiliki kota-kota lain di negara manapun di dunia ini. Salah satunya adalah ketenangan. Lalu lintas jalan para pejalan kaki di lorong-lorong terpisah dari lalu lintas air, kecuali di jalan-jalan yang bersisihan dengan kanal atau di jembatan-jembatan batu melengkung yang khas.

 
Nah, yang paling menarik perhatianku dari kota ini adalah yang satu ini: di kanal-kanal tersebut beroperasi suatu perahu tradisional yang disebut gondola! Kita bisa naik gondola, menyusuri kanal, melintas di bawah Jembatan Rialto yang khas itu, sambil melihat kota yang teramat kaya akan pemandangan yang sangat indah dan megah bak lukisan. Hmm, that must be so  romantic! 
This is my dream! Gondola ride...

 

Pecinta kuliner pun tak perlu khawatir. Kafe-kafe terbuka yang selalu ramai pengunjung ada di alun-alun utama. Di tempat ini, wisatawan dapat menikmati minuman atau es krim gelato sambil mendengarkan alunan musik klasik dari sebuah orkestra kecil dan memandang ke sekeliling, suasana orang berlalu lalang tanpa kendaraan bermotor yang berseliweran.

Ingin shopping? Tentu saja ada! Banyak toko yang menawarkan suvenir terkenal dari kota itu. Jangan lupa membeli suvenir gelas kristal (wow!). Venesia, khususnya di pulau Murano, dikenal sebagai daerah penghasil suvenir kristal bermutu tinggi di Eropa dengan berbagai bentuk. Suvenir lain selain gelas kristal adalah kalung dan replika gondola.

Look at the beautiful Venice at night!
Rasanya ga salah kalau aku menjadikan kota kelahiran komposer Antonio Vivaldi ini sebagai tujuan wisata impianku. Kota yang maha indah dan lekat dengan keromantisan ini tak terlalu luas, jadi saran beberapa tour guide, dengan berjalan kaki saja kita dapat mengunjungi satu pulau ke pulau lain. Tak habis-habisnya membicarakan tempat-tempat menarik di Venesia. Museum, gereja, bangunan-bangunan klasik, jembatan dan kanal, semuanya indah, luar biasa mengagumkan dan mempunyai sejarah tersendiri! Oleh sebab itu, karena terlalu banyak tempat indah yang dapat dikunjungi, berwisata ke Venesia tak cukup jika hanya 1 hari. 

Sayangnya, kota di atas perairan ini kabarnya mengalami penurunan tanah yang menyebabkan terjadinya peninggian air sebanyak satu sampai dua milimeter pertahun, sehingga diperkirakan Venesia bakal tenggelam suatu saat nanti. Waduh, jangan dong! Tapi beberapa upaya terus dilakukan untuk menyelamatkan kota ini.
Walaupun demikian, impianku ga berubah, tetep harus menyiapkan tenaga dan biaya, someday I’ll go to Venice!!! 

Kamis, 31 Mei 2012

Dirgahayu Surabaya!


Dino iki, kutho Suroboyo ulang taun sing ke-719. Aku wes manggon nang Suroboyo 8 taun luwih, ket taun 2004, pas mlebu kuliah nang Unair. Dadi aku wes menyatu banget karo Suroboyo, rasane wes dadi omah kedua.

Suroboyo iku terkenal ”The Hotest City”, tapi yo gak masalah, justru iku senine urip nang kene. Mergo kutho gede, arep golek opo ae onok nang Suroboyo, mulai soko bisnis, pendidikan, fasilitas-fasilitas umum, kuliner, sampek hiburan. Tinggal milih ae, Rek!

Nah, lek krungu istilah BONEK, opo sing langsung onok nang pikiranmu? Pasti "Arek Suroboyo". Wong-wong kutho Suroboyo pancen unik-unik kok! Sek dalam rangka ulang taun’e Suroboyo, iki tak copy-paste'ne tulisan soko berbagai sumber. Asli kocak, iki nggambarne arek Suroboyo banget.

Ciri-cirine Arek Suroboyo nek ngomong iku khas banget, disebut’e Boso Suroboyoan,  gak onok sing madani, to the point, terbuka, tanpa tedeng aling-aling (bloko suto). Ini menunjukkan bahwa Arek Suroboyo terkenal sebagai masyarakat yang terbuka, ramah, apa adanya, dan sangat suka akan humor =D

# Arek Suroboyo lek tukaran mesti ngomong :
"Awas koen yo, delok'en molehmu!"
Lapo..? Ditraktir mangan ta..?

# Lek ngilokno uwong :
"Wuih, wenak koen suarane arek iki, kok gak mbecak ae?"

# Sing lanang, lek ngamuk langsung ngomong :
"Njaluk tak pancal'a ndasmu?!" Sepeda bek'e...

# Lek onok wedok'an ayu, endel, langsung dikomentari :
"Mbooook, mentolo tak gowo moleh ae!"

# Lek nyebut uaaakeh :
"Sak taek ndayak". Koyok ngerti2'o ae...

# Lek disindir karo koncone, langsung ngomong :
"Sakjane koen iku ngenyek, ta ngetrek-etrek?"

# Lek ngomong, ngarepe biasane ditambahi huruf U :
"Uaaakeh, ueeendel, ueeenak, uaaasssuu kok"

# Lek janjian :
"Wis teko endi koen..?"
---> Wes nang dalan iki, diluk maneh.
padahal sik nang omah...

# Lek mari di-iLokno, langsung mbales :
"Ndasmu, ndogmu, bapakmu"
Pokok'e sing onok mu-mu ne...

# Lek suwi gak ketemu konco, langsung ngomong :
"Wah sik urip ta koen, tak pikir wis pitung dinone"

# Lek irunge gatel trus kudu wahing, munine :
Ha..ha..ha..hancookkk..!!

# Lek onok wong pamer :
"Eh aku tuku mobil anyar iki," langsung dijawab :
"SOPO SING TAKOK??"

# Senengane muring-muring nggawe awalan "jam" :
Jamput, jambul, jambret, jambu, dst

# Lek ndelok wedok ayu, langsung ngomong :
"Cok, ayune... Bapak'e sunat nang ndi iku?"

# Lek onok koncone ngomong gak jelas, langsung disauti :
"Koen iku ngomong ta kemu?"

# Lek ngomong, mesti di'kei akhiran A :
"NdasmuA, matamuA, makmuA, mbokmuA"

# Lek krungu koncone ngomong banter, langsung disauti :
"Wuusss, sante ae jon, gak usah mbleyer"

Nah, mesem'o Cak, Ning... ^_^
Piye menurutmu? Bener opo gak??


Yo wes, pisan maneh, Met Ulang Tahun kutho Suroboyo.. Mugo-mugo dadi kutho sing luwih nyaman lan luwih sejahtera soko sakdurunge...
Akhir kata, gawe sing moco: sepurane yo aku nulis iki spontan, kesusu, soale posting'e kudu ditepakno ambek momen iki, dadi ga sempet golek data-data pendukung liyane.. (halah, koyok meh nggawe opo ae)
Hehehe.... :p

Senin, 23 April 2012

Diuji Oleh Sepatu


Aku dikaruniai Tuhan tubuh yang kecil, mungil, dan kata orang mukaku imut-imut. Ga heran tiap orang yang melihatku jadi sering ‘tertipu’ dengan umurku yang sebenarnya. Waktu SMP, dikira masih kelas 4 SD. Udah SMA, dibilang masih pantes pake seragam SMP. Eh, zaman kuliah sering disangka “Anak SMA nyasar dari mana nih?”
Begitu juga waktu masuk dunia kerja. Becandanya orang-orang, “Anak kecil kok udah kerja?” atau “Bisa-bisa ntar perusahaan dituntut gara-gara mempekerjakan anak di bawah umur”, atau “Udah punya pacar? Masih kecil ga boleh pacaran, lho...” dan seabrek becandaan lainnya. Whew!

Beberapa hari lalu aku dicegat seorang SPB (Sales Promotion Boy) di supermarket, lalu ditawari nyumbang untuk yayasan sosial tertentu.
“Mbak usianya berapa?” tanya si SPB.
“Dua-enam,” jawabku.
“Hah?” si SPB keceplosan. “Wah, saya kira masih 20-an lho, Mbak! Mukanya irit, ya?!” lanjutnya becanda lalu tertawa. Hahaha...
“Udah sering dibilang gitu, Mas,” aku guyoni si SPB.
Ya begitulah... Kalau dibecandain orang-orang pake kata “anak kecil”, aku udah kebal. Tapi lama-lama aku sebel juga kalau udah menyinggung fisik gitu, bagaimana pun juga, aku ga suka “dianak kecil-anak kecil-kan”!!!

Gara-gara fisik yang kecil, aku sering susah menemukan beberapa barang yang pas dengan ukuranku. Awalnya soal pakaian. Beli celana panjang yang di pinggangnya pas, tapi selalu motong di bagian bawah karena kepanjangan. Beli rok terusan, selalu mem-permak beberapa bagian. Tapi untungnya sekarang banyak toko baju yang berpihak pada pemilik tubuh mungil. Sejauh ini kalau soal atasan (baju/kaos), ga terlalu susah. Setelah mengobservasi diriku sendiri dan lingkungan, akhirnya aku mengambil kesimpulan kalau ukuran badanku ini nanggung: ukuran anak-anak yang paling besar kekecilan, tapi kalau ukuran dewasa yang paling kecil, kadang-kadang masih kebesaran. Hiyaaa...

Tapi ada satu barang yang aku paling susah nemu ukuran yang pas: sepatu!
Kalau nyari sepatu, haduh... aku bisa frustasi sendiri. Toko sepatu se-Surabaya didatangi, belum tentu nemu (beneran ini, ga lebay!). Tau kenapa? Karena ukuran sepatuku ga pasti, antara 35-36. Tau sendiri kalau sepatu cewek dewasa ukuran 35 itu amat sangat jarang sekali. Kebanyakan yang paling kecil adalah ukuran 36, dan kadang-kadang itu pun masih kebesaran di kakiku! Hadeew...  Lagipula ukuran satu merk dengan yang lain kan ga selalu sama. Jadi begitu ada yang cocok dan pas di kaki, sudah pasti aku beli. Tentu masih mempertimbangkan harga dan kecocokan hati juga lah... Pernah aku nemu satu sepatu yang bagus dan pas, tapi harganya 800 ribu-an. Hah, buat apa sepatu 800 ribu... Memang waktu itu dipajang di salah satu mall yang terkenal produk-produknya berharga mahal. Hehe...
Aku sering kecewa saat nyoba sepatu, nemu model yang bagus dan cocok, tapi ga jadi terbeli karena kendala ukurannya ga ada yang pas. Huh, sebel banget rasanya!
Saking frustasinya kalau mau beli sepatu, aku menghindari merk-merk tertentu yang pasti ga ada ukuran kecil (berdasarkan pengalaman). Jadinya aku memfokuskan tenaga untuk mencari sepatu dari merk lain yang sekiranya ada ukuran kecil. Untungnya ada beberapa merk sepatu yang punya ukuran kecil, jadi aku selalu memprioritaskan cari sepatu merk Connexion atau Vicari.

Jadinya sekarang aku cuma punya 4 sepatu: dua high heels untuk ke kantor (gantian) dan dua sepatu flat, ditambah 2 sandal biasa, dan 2 sandal jepit. Menurutku itu ga banyak, setuju kan? Hehe... Untungnya sepatu dan sandal yang aku punya sekarang cukup awet dan nyaman dipakai.

Suatu hari, aku jalan-jalan dengan pacarku ke salah satu mall, dengan tujuan utama: cari sepatu! Soalnya sepatuku untuk ke kantor udah mulai sedikit bermasalah, jadi sebelum jadi masalah beneran, lebih baik aku menyiapkan cadangan. Setiap kali mau beli sepatu, aku selalu berdoa, “ya Tuhan, semoga ada yang cocok dan pas di kaki, amin.” Harus optimis!

Udah muter-muter dan mencoba-coba, tapi ternyata belum nemu yang sreg dan ada ukurannya (lagi!). Dalam keadaan capek dan hampir menangis, aku bilang, “Aku benci sama kakiku!”
Pacarku langsung menegur, “Heh, ga boleh bilang gitu, kok ga bersyukur...”
Oiya, aku sadar, memang kakiku diciptakan Tuhan dengan ukuran segini, tapi masa ga bisa nambah panjang dikiiitt aja?? Soalnya mending kalau kebesarannya mencolok gitu, lha kadang-kadang cuma kebesaran satu-dua sentimeter aja! Heuuh, cabe deh... =__=’
Lalu pacarku komentar, “Lha kalau kebanyakan milih ya susah...”
Aku tau dia ga bermaksud menyindir, tapi lalu aku merenungkan kata-katanya. Bener juga, saat ini pertimbangan utamaku saat milih sepatu adalah model, lalu ukuran, dan terakhir harga. Bisa dibilang mungkin karena terlalu milih sepatu model tertentu, aku jadi ga melihat sepatu model lain yang sebenernya ga kalah bagus dengan yang aku inginkan. Jadi kemungkinan dapetnya juga lebih sedikit.
Memang, kalau kita berhasil mendapatkan sesuatu sesuai dengan yang kita inginkan, kepuasannya terasa banget. Dalam hal ini, pakai sepatu yang sreg di hati dan nyaman, bisa meningkatkan percaya diri dan mendongkrak penampilan.
Rupanya sepatu ini benar-benar menguji kesabaran dan perjuanganku.
Tapi pencarianku belum berakhir, aku masih harus beli sepatu nih!
Adakah referensi beli sepatu yang ada ukuran kecil dimana yaa???

Rabu, 07 Maret 2012

Makanan Sehat VS Makanan Sampah

Beberapa hari lalu, aku dapat kabar dari Mamaku kalau saudara sepupuku sedang dirawat di rumah sakit karena ada masalah di perutnya. Cerita Mamaku, awalnya sepupuku itu merasa perutnya kaku dan sakit banget. Setelah diperiksakan di rumah sakit, ternyata di dalam perutnya itu penuh air dan ada semacam sel atau mungkin kista yang dapat menyebabkan kanker, oleh sebab itu harus segera dioperasi.

Jadi ga nunggu waktu lama, sepupuku itu segera dibawa ke Singapura untuk dioperasi ~ aku heran: kenapa harus ke Singapura ya???~
Lewat kejadian itu, aku berpikir, apa yang menyebabkan ada sel atau mungkin kista di perut sepupuku itu? Padahal sepupuku itu masih muda, umurnya baru 20 tahun, belum menikah, masih kuliah. Aku memang ga tau apa penyebabnya, tapi aku berspekulasi apa mungkin karena pengaruh makanan? Soalnya sepupuku itu nge-kost di dekat kampusnya. Tau sendiri gimana kebiasaan makan anak kost, kebanyakan serba instan, atau goreng-gorengan, dan jam makan jadi ga beraturan...

Terlepas dari apakah pengaruh makanan yang menyebabkan sepupuku sakit, memang kita harus menjaga apa yang kita masukkan ke tubuh, pastinya kan demi kesehatan...
Nah, aku pernah baca info dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) tentang makanan yang terbaik dan makanan yang terburuk. Pada symposium ke-113, WHO membahas makanan, olah raga, dan kebiasaan hidup strategi baru kesehatan global. Strategi baru tersebut mengemukakan bahwa pola makan yang tidak sehat merupakan penyebab utama timbulnya bermacam macam penyakit non infeksi (tidak menular) termasuk beberapa jenis kanker.
WHO merekomendasikan golongan makanan yang terbaik, yaitu:
1. Buah Terbaik
Urutan buah terbaik adalah pepaya, strawberry, orange, jeruk kupas, kiwi, mangga, plum, kesemek, dan semangka.
2. Sayur Terbaik
Ketela kuning kaya kandungan vitamin dan juga zat antikanker, disusul oleh asparagus, selada, brokoli, seledri, terong, bit, wortel, dan sawi putih.
3. Daging terbaik
Struktur daging angsa mirip dengan minyak zaitun, bermanfaat untuk jantung. Daging angsa mendapat predikat sebagai sumber protein terbaik.
4. Makanan tersehat untuk proteksi otak
Antara lain Pocai (soinancia oleracea), kucai, labu merah, onion, kembang kol, kacang polong, tomat, wortel, sawi putih kecil, daun bawang, seledri, kacang tanah, jambu mente, biji tusam, biji apricot, kedelai.
5. Tim atau Sup Terbaik
Adalah tim ayam, terutama tim ayam betina karena dapat mencegah flu, radang tenggorokan, sesuai untuk konsumsi baik di musim dingin maupun musim panas.
 
Berikutnya, ini adalah 10 macam makanan sampah (Junk Food) yang diumumkan WHO:
1. Makanan Gorengan
Golongan makanan ini kandungan kalorinya tinggi, kandungan lemak/minyak, dan oksidanya juga tinggi. Bila dikonsumsi secara regular dapat menyebabkan kegemukan, hyperlipitdema, dan jantung koroner. Dalam proses menggoreng sering terjadi banyak zat karsiogenik (racun), dan telah terbukti bahwa kecenderungan kanker bagi mereka yang mengkonsumsi makanan gorengan jauh lebih tinggi daripada yang tidak / sedikit mengkonsumsi makanan gorengan.
2. Makanan Kalengan
Baik yang berupa buah atau daging. Mengapa tidak sehat? Karena  kandungan gizinya sudah banyak dirusak, terlebih kandungan vitaminnya hampir seluruhnya rusak. Kandungan proteinnya telah mengalami perubahan sifat hingga penyerapannya diperlambat. Nilai gizinya jauh berkurang. Selain itu banyak buah kalengan berkadar gula tinggi dan diasup ke tubuh dalam bentuk cair sehingga penyerapannya sangat cepat. Dalam waktu singkat, dapat menyebabkan kadar gula darah meningkat, memberatkan beban pankreas, dan bersamaan dengan tingginya kalori, dapat menyebabkan obesitas.
3. Makanan Asinan
Dalam proses pengasinan dibutuhkan penambahan garam secara signifikan, mengakibatkan kandungan garam makanan tersebut melewati batas, jadi menambah beban ginjal saat memprosesnya. Akibatnya, bahaya hipertensi. Terlebih pada proses pengasinan sering ditambahkan amonium nitrit yang menyebabkan peningkatan bahaya kanker hidung dan tenggorokan. Kadar garam tinggi dapat merusak selaput lendir lambung dan usus.
4. Makanan Daging yang Diproses
Contohnya ham, sosis, dll. Makanan golongan tersebut mengandung garam nitrit cukup tinggi yang dapat menyebabkan kanker, juga mengandung pengawet, pewarna, dll yang memberatkan beban hati / hepar. Mengkonsumsi dalam jumlah besar dapat mengguncangkan tekanan darah dan memberatkan kerja ginjal.
5. Makanan dari Daging Berlemak dan Jerohan
Walaupun makan ini mengandung protein yang baik, vitamin, dan mineral, tapi daging berlemak dan jerohan mengandung lemak jenuh dan kolestrol yang sudah divonis sebagai pencetus penyakit jantung. Makan jerohan binatang dalam jumlah banyak dan waktu lama dapat menyebabkan penyakit jantung koroner dan tumor ganas (kanker usus besar), kanker payudara, dll.
6. Olahan Keju
Sering mengkonsumsi olahan keju dapat menyebabkan penambahan berat badan hingga gula darah meninggu. Mengkonsumsi cake / kue keju bertelur menyebabkan kurang gairah makan. Konsumsi makanan berkadar lemak dan gula tinggi sering mengakibatkan pengosongan perut. Banyak kasus terjadinya hyperaciditas (pengeluaran asam lambung berlebihan) dan rasa terbakar.
7. Mie Instan
Makanan ini tergolong makanan tinggi garam, serta miskin vitamin dan mineral. Kadar garam tinggi menyebabkan beratnya beban ginjal, meningkatkan tekanan darah, dan mengandung trans lipid, memberatkan beban pembuluh darah jantung.
8. Makanan yang Dipanggang / Dibakar
Mengandung zat penyebab kanker.
9. Sajian Manis Beku
Contohnya adalah es krim, cake beku, dll. Golongan ini punya 3 masalah karena mengandung banyak mentega yang menyebabkan obesitas, kadar gula tinggi mengurangi nafsu makan, juga karena temperaturnya rendah sehingga mempengaruhi usus.
10. Manisan Kering
Mengandung garam nitrat. Di dalam tubuh, zat ini dapat bergabung dengan ammonium dan menghasilkan zat karsiogenik. Selain itu, mengandung esen segai tambahan yang merusak hepar dan organ lain, juga mengandung garam tinggi yang menyebabkan tekanan darah tinggi dan memberatkan kerja ginjal.

Setelah tau info itu, sekarang aku jadi lebih selektif terhadap makanan. Mengonsumsi junk food memang ga dilarang kok, semua tergantung masing-masing orang. Sekali-kali aku masih makan ayam+kentang goreng fast food, es krim (~that’s my favourite!!!~), atau roti-roti manis; tapi kalau pas kepengen aja. Untungnya dari dulu aku ga suka jerohan, asinan, manisan, makanan kaleng, dan mie instan; walaupun kata orang mie instan, sarden, dan kornet adalah makanan para anak kost (seperti saya)... Haha :D
Pada dasarnya sih, tubuh yang sehat harus kita upayakan ga hanya dari apa yang kita makan aja; tapi juga harus diimbangi juga dengan olahraga, istirahat, ibadah, dan sebagainya. Jadi inget slogan ”Men sana in corporesano”, di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat!
"junk food"