Tampilkan postingan dengan label Untuk Jiwa-Raga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Untuk Jiwa-Raga. Tampilkan semua postingan

Minggu, 22 Desember 2013

Cinta yang Berhikmat

Haha… Akhirnya momen yang kupertanyakan itu benar-benar terjadi…

Berkaitan dengan blogku sebelumnya, “KetikaNepotisme dan Like or Dislike Berbicara, kali ini aku akan melanjutkan kisah yang terjadi pada dua manusia berinisial Mr.F dan Ms.R itu.

Sejak Ms.R dinyatakan tidak diperpanjang kontraknya, terjadi dilema antara mereka berdua. Profile picture dan status BBM yang dipasang oleh Mr.F menunjukkan kekecewaan, walaupun ga secara spesifik menyebutkan kenapa dan siapa yang dimaksud, tapi teman-teman disini yang membaca itu pasti udah tau maksudnya. Selama bulan November lalu, mereka terlihat masih bekerja seperti biasa. Ya, perlahan-lahan dalam hati sudah pasrah dan lebih bisa menerima keadaan.

Rupanya, keadaan yang terlihat baik-baik saja itu ga bertahan lama. Pertengahan bulan November, Mr.F menjadi pergunjingan di kalangan departemen BC karena kerjanya mulai ga fokus. Ia yang biasanya semangat dan loyal pada pekerjaannya, jadi mulai sering izin ga masuk karena sakit atau karena hal pribadi lain, jauh lebih santai, dan memantau operasional F&B seadanya aja. Akibatnya, beberapa kali sang OM memanggil dia secara pribadi. Ngajak diskusi, tanya-tanya apa ada masalah yang membuat dia jadi kehilangan semangat kayak gitu. Tapi Mr.F selalu menjawab ga ada masalah apa-apa. Lalu, ketika si OM ga berhasil membuka tabir tersembunyi Mr.F, akhirnya “yang lebih berkuasa” turun tangan. Mr.F pun menghadap Ibu GM. Aku ga tau persis apa yang mereka bicarakan, tapi pastinya ya membahas tentang hal itu.

Hari demi hari berlalu, hingga masuklah bulan Desember. Semakin diperhatikan, fisik Mr.F memang ada di sini, tapi hati dan konsentrasinya entah ada dimana. Suatu hari, beredar kabar yang mengatakan bahwa Mr.F akan resign! Aha! Dugaanku benar terjadi. Aku cukup surprise saat tau hal itu, apalagi para petinggi seperti OM dan GM. Apa sebenarnya yang sedang direncanakan oleh Mr.F? Motivasi apa yang melatar belakangi ia mengambil keputusan itu? Apakah semata-mata karena faktor ga ada Ms.R di kantor ini lagi?

Setelah sekian lama menyimpan ‘rahasia’, akhirnya Mr.F buka suara. Ia mengambil keputusan untuk resign karena melamar kerja di tempat lain, yaitu di sebuah hotel bintang 5 yang terkenal. Memang belum fix diterima, tapi udah hampir pasti. Jadi rencananya dia resign per tanggal 31 Desember. Keputusan yang  cukup berani, soalnya dia masih berada pada masa kontrak. Perjanjian Kerja Waktu Tertentu untuknya baru akan berakhir tanggal 28 Februari 2014. Dengan ia mengajukan resign per 31 Desember, berarti ia harus membayar kepada perusahaan sisa masa kontraknya, yaitu sebesar 2 kali gajinya. Hmmm… Cukup besar lho! Mungkin baginya ga masalah, karena sebentar lagi dia kerja di hotel bintang 5, tentunya gajinya bakal lebih besar daripada disini.

Kami senang kalau ada teman yang punya niat untuk maju, tentunya kami ga akan menghalangi teman yang mau keluar karena memilih karir di tempat yang lebih baik.  Mr.F masih muda, punya potensi, dan kami yakin kalau ia akan terus berkembang di tempat barunya. Apalagi bagi setiap lulusan perhotelan, bekerja di hotel bintang 5 tersebut adalah “impian”. Beruntunglah Mr.F karena mampu menggapai impian tersebut.

Segera setelah Mr.F mengajukan resign, yang kelabakan adalah OM dan HRD. Ya iyalah, soalnya kami harus memilih orang yang menggantikan posisi F&B Manager. Maunya mengangkat supervisor disini, supaya ada jenjang karir, tapi juga pasang iklan lowongan agar ga menutup kemungkinan terjaring orang luar yang mumpuni. Mr.F pun laris “ditanggap” banyak orang untuk dimintai cerita: kenapa resign, bagaimana prosedur seleksi di sana, kapan mulai masuk disana, dan sebagainya

Kalau aku, tetep pada keingintahuanku dari awal: apakah Mr.F resign ini semata-mata mengejar karir di hotel bintang 5 itu atau karena terpengaruh oleh keluarnya Ms.R? Kalaupun memang betul ingin mengejar karir, kenapa harus buru-buru? Kan bisa menunggu sampai kontraknya selesai di akhir Februari, daripada harus membayar ke perusahaan sebesar sisa kontrak itu? Yang paling kecewa dengan keluarnya Mr.F adalah sang GM, karena beliau yang “membawa” Mr.F ke hotel ini. Pastinya beliau berharap agar Mr.F turut andil memajukan hotel ini. Beberapa kali Ibu OM dan GM menanyakan keseriusan Mr.F untuk resign itu. Ya semacam “menahan supaya ga resign” gitu lah… Tapi Mr.F tetep pada keputusannya. Akhirnya manajemen bisa menerima dan menghormatinya.

Seharusnya, ketika seseorang memutuskan untuk resign, dia harus tetap konsentrasi dan melakukan pekerjaannya sampai tuntas. Tapi Mr.F agaknya udah bener-bener ga fokus disini. Melihat hal itu, marahlah sang GM, “Buat apa dipertahankan di sini kalau sudah ga efektif begitu?”, sehingga beliau menyuruh Mr.F segera resign aja, per tanggal 15 Desember. Beliau udah ga mempermasalahkan hitungan “setengah bulan” Desember yang ditinggalkan Mr.F, padahal mestinya masih menjadi tanggung jawabnya. Semua file F&B, juga rincian tugas dan tanggung jawab sebagai FB Manager diserah terimakan kepada OM (sementara, karena belum dapat penggantinya). Jadi, Mr.F beneran resign per tanggal 15 Desember lalu... Ya, mendadak sekali.

Pasca Mr.F resign, keadaan operasional F&B tetap berjalan seperti biasa, karena baik di “Service” maupun “Kitchen” sudah ada supervisornya. Cuma si OM nih yang sedikit ada tambahan kerjaan lagi.

Suatu sore, sudah lewat jam pulang kantor tapi aku masih mengerjakan beberapa tugas yang belum selesai. Kantor sudah sepi, cuma tinggal aku dan si OM. Tiba-tiba si Ibu GM keluar dari ruangannya dan duduk di depan meja OM yang bersebelahan dengan mejaku. Setelah ngobrol ngalor-ngidul, ternyata Ibu GM membahas tentang Mr.F (lagi). Begini katanya,
“Aku tanya sama F, ‘Sekarang umurmu berapa?’ Katanya 23. ’Kamu mau nikah umur berapa? Satu tahun lagi? Dua tahun lagi?’ ‘Ya enggak, Bu, paling umur 29 / 30-an,’ katanya. ‘Kamu sekarang umur 23, mau nikah umur 30. Sekarang kamu rela resign demi cewek itu. Tujuh tahun lamanya, cewek itu mau nungguin kamu terus ta?’ Aku ga habis pikir sama anak itu...” Eh, ternyata Ibu GM membahas hubungan Mr.F dengan Ms.R. “Kalau mau nikah setahun-dua tahun lagi ga masalah sekarang belain cewek itu, lha orang masih panjang jalannya. Gitu ngambil keputusan kok ga mikir panjang… Ya itu yang dibilang cinta itu buta, cinta tai kucing rasa coklat...” curhatnya.
“Yah, namanya anak muda, Bu…” kata si OM menanggapi.

Tiba-tiba Ibu GM beralih ke aku. “Makanya Arzy, kamu kalau masih pacaran, jangan lupa berdoa...”
“Oh, iya, Bu,” kaget juga aku, tau-tau dibilangi kayak gitu.
“Selama belum nikah, doa minta hikmat sama Tuhan, supaya motivasi mencintai itu ga salah. Bilang sama Tuhan, berikan aku hikmat supaya aku bisa mencintai orang lain seperti Engkau mencintai aku. Aku tau cewek itu (Ms.R –red) nangis-nangis katanya ga mau pisah sama F. Lha kalau gitu apa udah bener motivasi cintanya? Mestinya kan ya mendukung, kalau F mau berkarir di sini, bukan malah bikin kerjanya jadi ga fokus begitu… Si F juga gitu, malah mbelain yang cewek sampai kayak gitu kelakuannya. Kalau cinta yang berhikmat itu datangnya dari Tuhan, pasti nanti mencintai pasangan itu berlandaskan takut akan Tuhan, saling mencintai dengan jujur, untuk kebaikan, sama kayak cintanya Tuhan ke kita gitu… ”
Hmmm… sore-sore, dapat “wejangan” dari Ibu GM.

Cinta yang berhikmat. Memang aku belum pernah dengar istilah itu, tapi oke juga kok, dapat masukan baru untuk memperkaya pengetahuan dan iman.
Tuhan memang dapat menggunakan siapa saja, kapan saja, dimana saja, dalam keadaan apapun juga, untuk memberitakan kasihNya kepada umatNya. Contohnya ini, lewat kejadian Mr.F dan Ms.R dan lewat Ibu GM, aku jadi diingatkan untuk terus berdoa. Apalagi di masa-masa sebelum menikah ini, aku harus terus memantapkan diri untuk mencintai pasangan dengan motivasi dan tujuan yang benar, supaya aku ga salah langkah dan menyesal di kemudian hari. Pastinya aku juga menambahkan satu pokok doa lagi, yaitu supaya aku dapat cinta yang berhikmat…

“Tuhan, berikan aku hikmat supaya aku bisa mencintai orang lain seperti Engkau mencintai aku. Amin.”


Selasa, 27 Agustus 2013

Apakah Tuhan Selalu Menjawab "Tidak"?

Seringkali, setelah berdoa memohon kepada Tuhan, kita harus menunggu sampai terkabulnya permohonan itu. Berapa lama? Tidak ada yang tahu, semua ada dalam rencana-Nya. Jawaban Tuhan pun tidak semuanya ”Iya” alias sesuai dengan kehendak kita. Tentu kita harus bersyukur kalau semuanya dijadikan indah oleh-Nya, tapi bisa juga yang terjadi malah membuat kita sedih karena seolah-olah Tuhan berdiam diri, lalu muncullah pertanyaan, ”Apakah Tuhan tidak mendengar doaku?” Bahkan, lama-lama kita bisa membuat kesimpulan kalau Tuhan tidak berkenan mengabulkan permohonan kita. Jadi, apakah benar Tuhan menjawab ”Tidak”? Mengapa?
Contohnya seperti ini:

Aku meminta kepada Tuhan untuk menyingkirkan masalah-masalahku. Tuhan menjawab: TIDAK. Itu bukan untuk KU-singkirkan, tapi agar kau MENGALAHKANNYA.

Aku meminta kepada Tuhan untuk menyembuhkan kecacatanku. Tuhan menjawab: TIDAK. Jiwa adalah yang sempurna, badan hanyalah sementara.

Aku meminta kepada Tuhan untuk menghadiahiku KESABARAN. Tuhan menjawab: TIDAK. Kesabaran adalah HASIL DARI KESULITAN. Itu tidak dihadiahkan, tapi harus dipelajari.

Aku meminta Tuhan untuk memberiku BERKAT. Tuhan menjawab: TIDAK. Aku memberimu RASA SYUKUR, agar hidupmu tak  pernah kekurangan.

Aku meminta kepada Tuhan untuk menjauhkan PENDERITAAN. Tuhan menjawab: TIDAK. Penderitaan menjauhkanmu dari perhatian dari duniawi dan membawamu mendekat kepadaKU.

Aku meminta kepada Tuhan untuk MENUMBUHKAN IMANKU. Tuhan menjawab TIDAK. Engkau harus menumbuhkannya sendiri, tapi Aku akan memangkas untuk membuatmu berbuah lebih cepat.

Aku meminta kepada Tuhan SEGALA HAL agar aku dapat menikmati HIDUP. Tuhan menjawab: TIDAK. Aku memberimu hidup supaya kau dapat menikmati segala hal.

Aku meminta Tuhan membantuku agar dapat mengasihi orang lain seperti IA mengasihiku. Tuhan tersenyum dan menjawab: Aaahh... Akhirnya kau mengerti juga...


Sesungguhnya, ada alasan dibalik setiap rencana yang dibuat Tuhan dalam kehidupan kita.
All we have to do is just believe in HIM...
Jadi, jangan ragu memercayakan masa depan kita yang tak pasti, hanya kepada Tuhan yang pasti.
Thank you Lord, YOU are so amazing!


~dikutip dari berbagai sumber~

Rabu, 17 Oktober 2012

Cantik Itu (Nggak Harus) Mahal!



Kita pasti sudah sering dengar ungkapan “Don’t judge a book by its cover”, jangan menilai buku hanya dari covernya. Dalam kehidupan sehari-hari, ungkapan ini pun ditujukan supaya orang ga menilai orang lain hanya dari tampilan luarnya (fisik), tapi lebih penting menilai orang dari “dalam”nya, seperti budi pekerti, kepandaian, atau kemampuan.
Tapi bagaimanapun juga, kita ga bisa memungkiri kalau tampilan luar juga berpengaruh pada hubungan antarmanusia. Contohnya, bagaimana kita bisa mendapatkan posisi di dunia kerja jika pada saat interview tidak menampilkan diri yang pantas dan rapi? Klien atau customer pun ga akan membeli produk yang kita jual jika sebagai garda depan kita berdandan asal-asalan, jadinya ga enak dilihat. Lalu apa yang ada dalam pikiran kita, ketika melihat sekelompok anak muda berpakaian serba hitam nongkrong ga jelas di pinggir jalan, dengan tindik atau tato di sekujur tubuh, rambut dicat warna-warni, dan merokok? Pasti kita menilai anak muda tersebut urakan, pemalas, salah didikan, dan sebagainya. Maka dari itu, kesan pertama yang dilihat orang lain dari kita turut mempengaruhi penilaian terhadap diri kita.

Karena penampilan itu penting, maka sekarang banyak ditemui klinik-klinik kecantikan atau perawatan tubuh, baik tubuh secara keseluruhan maupun hanya bagian tertentu, misalnya wajah atau kuku. Beragam fasilitas yang disediakan, mulai dari yang luks berbiaya fantastis hingga salon-salon yang awalnya hanya menangani penataan rambut kini juga menambah komposisi mereka dengan menyediakan perawatan tubuh. Masyarakat pun bisa leluasa memilih tempat dan jenis perawatan yang mereka butuhkan, tentunya sesuai dengan gaya hidup dan budget masing-masing.

Aku termasuk jarang menggunakan jasa klinik perawatan semacam itu. Beruntungnya aku memiliki jenis kulit yang normal cenderung kering, jadi ga gampang jerawatan. Perawatanku sehari-hari ya cukup mandi dan cuci muka teratur dengan sabun yang lembut, pakai body lotion, pakai pelembab muka yang ada SPF-nya untuk menangkal sinar matahari, dan pakai krim malam. Produk yang aku pakai juga produk-produk umum yang banyak dijual di pasaran.
Beda dengan pacarku, dia memiliki jenis kulit yang sensitif dan gampang jerawatan. Awalnya dulu kulit mukanya kering dan agak kusam, jadi aku sarankan dia pakai pelembab. Untungnya dia mau ngikuti saranku. Setelah pakai pelembab secara teratur, mukanya mulai kelihatan cerah. Lama-kelamaan, dia jadi serius merawat kulit. Selain pakai pelembab, dia juga pakai body lotion, pastinya dia pilih produk yang khusus untuk cowok. Tentu aku senang karena dia ga gengsi untuk melakukan perawatan kulit yang biasanya monopoli kaum perempuan. Itu tandanya dia memerhatikan penampilan.

Walaupun sudah dirawat, wajar kalau sesekali masih muncul masalah pada kulit. Pacarku masih sering jerawatan, sampai-sampai tiap jerawatnya muncul, aku godain “Kamu mau ‘dapet’ (menstruasi), ya?” hahaha... Karena hal itu,  lalu aku teringat sesuatu.
Suatu hari, aku ngomong ke pacarku, “Eh, kita facial, yuk?”
“Ayuk. Ga pa-pa,” katanya.
Wah, aku senang ternyata dia mau. Mulailah aku cari informasi tentang klinik-klinik perawatan muka, jenis-jenis perawatannya, hingga harganya.
Dari berbagai tempat yang terkenal, misalnya Natasha, Esther, dan LBC (London Beauty Centre), akhirnya aku pilih yang terakhir karena pertimbangan lokasinya dekat dengan tempat tinggalku. Soal harga, relatif bersaing lah.

Akhirnya, pertengahan bulan lalu aku dan pacarku pergi ke LBC. Kalau aku sudah pernah facial, tapi bagi pacarku, ini adalah pengalaman pertamanya. Apa komentarnya setelah selesai? “Addoohh... Sakit banget! Apalagi pas bersihin komedo, dipencet kenceng-kenceng. Aku mau teriak rasanya. Sampe pegangan pinggir tempat tidurnya. Waktu di-masker enak, dingin, sampe ketiduran waktu nunggu maskernya kering.” Hahaha...  Beberapa hari kemudian, dia mengakui perbedaan wajahnya setelah di-facial, jadi bersih, halus, dan cerah.

Harga yang harus dibayar setiap facial memang lumayan, sekitar Rp 105 ribu ++. Walaupun prosesnya menyakitkan, tapi aku dan pacarku ga kapok mengulanginya. Minggu lalu, kami kesana lagi. Kali ini ga langsung facial, tapi konsultasi dulu dengan dokternya. Dia mau perawatan khusus biar ga gampang jerawatan, sedangkan aku mau menghilangkan bintik-bintik coklat di wajah. Bintik-bintik di wajahku ini bukan flek, tapi keturunan dari mamaku. Menghilangkannya harus dengan di-cooter atau seperti disulut dengan api gitu. Ada alat khusus untuk itu. Wow, serem ya? Tapi karena aku sudah pernah di-cooter, jadi sudah tau prosesnya seperti apa. Rasanya jauh lebih sakit dari facial biasa! Clekit-clekit gitu... Sesudah itu, muka jadi merah, timbul bekas luka, tapi dalam waktu 3-5 hari luka itu akan mengelupas dan kulit jadi bersih.

Selama dalam masa perawatan, alangkah lebih baik hasilnya jika ditunjang dengan produk yang tepat. Jadi setelah treatment, si dokter meresepkan beberapa produk yang harus dipakai. Belinya ya di Apotek LBC. Untuk pacarku, ada sabun muka anti jerawat, krim anti iritasi, krim pagi, dan krim malam. Kalau buatku cuma gel antibiotik untuk menyembuhkan bekas lukanya. Ketika membayar di kasir, harga yang disebutkan cukup membuat kami tercengang: Rp 575 ribu untuk pacarku, dan Rp 280 ribu untukku. Hmm...

“Gini ya perjuangan untuk kulit bagus...” gumam pacarku. Selain prosesnya sakit, produk yang harus dipakai cukup banyak, harganya lumayan mahal, dan kami harus rutin menjalaninya! Aku harus kembali kesana 2 minggu lagi untuk peeling, dan dia setidaknya harus 3 kali perawatan lagi. Geleng-geleng kepala jadinya.

Nantinya, semua perawatan dan biaya yang dikeluarkan itu akan berbanding lurus ketika melihat hasil kulit muka yang cerah dan mulus. Makanya kami merasa ga rugi mengeluarkan banyak biaya seperti itu. Kami pengen terus merawat muka dengan facial sebulan sekali. Tapi tentu perawatan dari luar ga ada artinya kalau ga didukung dengan perawatan dari dalam.

Sebenernya kulit terawat dan sehat bisa kok didapat dengan mudah dan murah. Anjuran yang paling sering dikemukakan adalah:
  1. Banyak minum air putih.
  2. Makan buah-buahan dan sayur-sayuran hijau. Katanya mangga, jeruk, dan anggur adalah buah yang bagus untuk kulit karena kaya kandungan likopen dan vitamin C. Teh hijau juga bagus karena mengandung kolagen yang menjaga kulit tetap kenyal.
  3. Menghindari sinar matahari antara jam 10 pagi sampai 4 sore, karena tinggi ultraviolet yang dapat merusak kulit. Sebaiknya melindungi kulit dengan sunblock, memakai jaket, topi, kacamata hitam, atau payung saat berada di luar ruangan.
  4. Tidak minum minuman beralkohol dan tidak merokok.
  5. Cukup tidur (istirahat), olahraga, dan seimbang antara pola makan dengan gaya hidup.
  6. Bila perlu, lengkapi dengan suplemen khusus untuk kulit seperti vitamin E.
Satu lagi yang paling penting, jangan mudah percaya pada iklan-iklan produk perawatan kulit atau wajah yang mengeklaim dirinya tidak hanya bekerja di permukaan tapi dapat menembus jauh ke dalam kulit. Karena menurut info yang pernah aku baca, kulit manusia terdiri dari beberapa lapis dan sudah ada penelitian yang menyebutkan bahwa tidak ada satu pun krim yang dapat menembus lapisan teratas pada kulit. Cek artikel lengkapnya disini.

Jadi, siapapun bebas memilih seperti apa ia hendak memperindah tampilan dirinya: apakah dengan berbagai perawatan dan produk kimiawi yang mengeluarkan banyak biaya, atau dengan cara alami yang dipercaya lebih aman, tidak mempunyai efek samping bagi kesehatan, dan pastinya lebih hemat. Jika kembali ke ulasan di awal, manakah yang lebih Anda pilih: cantik atau pintar? Tampan tapi bodoh atau jelek tapi pintar? :)

Senin, 27 Agustus 2012

Serba-Serbi Jualan Makanan


Awal Agustus lalu, di kota Kediri dibuka restoran baru. Namanya Warung Leko, dengan tagline “Spesialis Iga Sapi Penyet”. Tentu menu andalannya adalah iga, bisa dipenyet, digoreng tepung, dibakar, dibuat sup, atau dipanggang di hot plate. Selain iga, juga ada ayam, bebek, gurami, empal, babat, sumsum, bakwan, dan menu-menu Indonesia lainnya. Restoran ini merupakan franchise dengan berbagai cabang di Indonesia tapi berpusat di Surabaya, dan pemilik franchise di Kediri itu adalah saudaraku.




Membangun sebuah restoran yang cukup besar dan sudah punya nama di Surabaya merupakan tantangan berat bagi saudaraku. Apalagi karena ga ada background atau pengalaman usaha restoran sebelumnya. Berada di tengah kota yang cukup strategis, dekat dengan jalan besar dan perkantoran, restoran ini didatangi pembeli setiap hari. Sejak pembukaannya pun, restoran ini selalu rame ga kenal waktu. Saat libur lebaran yang lalu, aku menengok restoran itu dan mengorek cerita dari mereka.

Karena merupakan franchise, menu dan rasa masakannya harus otentik dengan aslinya. Jadi 25 orang karyawannya di-training dulu di Surabaya selama satu bulan. Untuk urusan racikan bumbu, ga perlu khawatir, karena semua dikirim dari Surabaya. Jadi pihak sini tinggal menyediakan bahan mentahnya. Urusan mencari supplier bahan juga ga mudah. “Kami sangat selektif memilih iga, karena kebanyakan supplier di sini menjual iga yang kecil dengan daging tipis, sedangkan di Surabaya iganya besar-besar,” cerita awalnya. Semua itu demi menyamakan kualitas dengan kepunyaan Surabaya.

Sebelum punya supplier tetap, mereka mengaku harus belanja sendiri ke pasar. Bangun jam 4 atau setengah 5 pagi, mereka berburu iga dan bahan-bahan lainnya. Lalu menyiapkan dan mengecek stok di dapurnya, briefing para pegawai, sampai restoran buka jam 11 siang.
Sekarang mereka sudah mempunyai supplier bahan mentah –khususnya iga– yang sesuai dengan standar restoran: iga besar-besar dengan daging tebal. Hmmm... Tapi mereka juga tetap belanja bahan tertentu, yang ga bisa diantar oleh supplier-nya.
Di dapur, mereka punya tiga freezer besar penuh berisi stok daging mentah, lalu ada freezer untuk sayuran, juga kotak-kotak berisi bahan-bahan lain. Cukup siap untuk memenuhi permintaan pengunjung.

Betapa ribetnya restoran saat awal-awal buka dulu! Nama besar Warung Leko, ditambah dengan banyaknya pilihan menu, rasa yang enak, dan harga yang pantas membuat antusiasme pengunjung sangat tinggi, apalagi menjelang waktu berbuka puasa. Begitu adzan terdengar, mereka pun “komplain” meminta makanannya segera dikeluarkan, padahal kan tetap harus menunggu antrian dan makanan ga bisa matang dalam sekejap. Akibatnya, mereka pun pontang-panting melayani pengunjung. Agak di luar dugaan rupanya. “Gila, saking ramenya, aku ga bisa istirahat. Sampai otakku ini hang. Ga nyambung kalau diajak ngomong, badan juga capek banget, wes ga bisa mikir pokoke...” kata saudaraku.

Saat sedang rame-ramenya pengunjung, aku mengintip ke dapurnya. Suasana dapur begitu ribut dan sibuk! Untung pembagian tugas sudah jelas, ada koki yang memasak, kemudian bagian makanan dan minuman semuanya dikerjakan tersendiri. Kualitas makanan dan minuman selalu dipastikan baik sebelum disajikan ke pengunjung oleh bagian Quality Control. Saudaraku juga sampai turun tangan ke dapur, mengawasi dan memastikan pesanan sudah dimasak dengan benar. Bagian yang nyuci piring pun ga berhenti bekerja karena piring-piring dan gelas kotor selalu menggunung. Ribetnya dapur dan para pelayan pun makin menjadi waktu ada pesanan tambahan, pesanan yang di-cancel, maupun pesanan yang diganti atau ditukar dengan menu lain. Fisik, mental, dan keterampilan benar-benar ditempa di sini.

Bersiaplah mengantri dan mencari meja kosong saat jam makan tiba. Pada jam makan siang, pegawai-pegawai kantoran datang berombongan. Oya, di sana juga tersedia ruang VIP untuk minimal 10 orang, jadi bisa makan sambil ngobrol lebih santai dan private. Pernah ada rombongan dari suatu bank yang makan dan ngobrol di situ sampai 4 jam! Tapi makanannya banyak yang sisa, “Mentang-mentang diklaim-kan ke kantor,” kata saudaraku geleng-geleng kepala.
Nah, kalau jam makan malam, giliran keluarga dengan anak-anak yang mendominasi restoran. Yang pesan take away juga banyak.

Para staf di dapur maupun waiter dan waitress-nya mengaku sangat kewalahan dan kekurangan tenaga, karena pesanan datang terus menerus. Sampai sekarang, restoran selalu rame dan beberapa pengunjung terlihat kembali lagi sambil membawa kenalan atau keluarga. Akhirnya saudaraku itu memberdayakan adik-adiknya, sepupu-sepupu, dan saudara lainnya untuk membantu di restoran, misalnya bagian kasir, atau ikut membantu hal yang ringan seperti mencetak nasi. Pokoknya mbantuin semua hal yang bisa dibantuin lah!
Hampir tiap hari Mamaku kesana untuk membantu. Katanya, pernah dalam sehari iga-nya terjual 100 kilo! Belum termasuk menu-menu lain. Luar biasa.

Namanya juga berurusan dengan pengunjung, otomatis harus siap menerima segala pertanyaan, aduan, dan keluhan. Paling sering sih kalau makanannya terlalu lama keluar. Macem-macem deh kelakuan pengunjung itu. Ada yang tanya bisa pesan untuk jam 8 pagi atau ga? Ya pasti ga bisa karena dapurnya belum siap. Ada kejadian pesan take away sup iga tapi bawa rantang sendiri, dengan pesan “Kuahnya yang banyak.”

Trus ada cerita lucu. “Waktu itu, ada 2 orang datang untuk reservasi, mau pakai ruangan VIP lagi! Alasannya, ‘Kok berisik, ya?’ Masa cuma 2 orang aja pakai reservasi?! Aku tolak soalnya kalau reservasi dan di ruang VIP minimal 10 orang. Eh ternyata dia marah-marah, katanya, ‘Apa bedanya? Kan kita sudah ngasih uang ini. Kalau gini kan mengecewakan customer..bla bla bla..’ Gayanya itu sok banget! Aku udah pengen ngamuk, tapi mau apa lagi selain cuma bisa bilang maaf, ga bisa. Dan akhirnya, mereka mau kok duduk di meja pojok situ. Tapi, ga tau apakah mereka itu pacaran, atau lagi pedekate, atau baru jadian, mereka duduk di situ 2 jam lebih! Gitu gaya mau pakai ruang VIP. Kalau kamu cuma 2 orang tapi sampai 2 jam di ruang VIP ya aku sing mumet, Le...” gitu curhatan saudaraku. Haha...

Sudah hampir satu bulan buka, mereka mengaku sekarang keadaan lebih terkontrol. Tentu masih banyak kekurangan di sana-sini, dan mereka juga terbuka terhadap masukan dari orang lain, demi peningkatan pelayanan dan kenyamanan. Mereka sudah mampu mengelola kepanikan yang terjadi saat rame-ramenya pengunjung.  Otaknya sudah ga se-hang dulu, tapi tetep masih sering hang, hahaha!
“Awalnya masih bisa bangun setengah 5 buat ke pasar, tapi hari berikutnya jadi jam 6, besoknya lagi jadi jam 7. Pokoknya molor terus soalnya ga kuat, badan capek banget,” katanya sambil menjelaskan ritme kerjanya. “Siap-siap di restoran mulai jam 9 atau 10, buka jam 11 siang, trus rame sampai malem. Jam 9 malem kan last order, tapi orang makan bisa sampai jam setengah 10 atau jam 10. Setelah tutup, cek stok di dapur, beres-beres, trus briefing pegawai bisa sampai sekitar jam 12 malem. Pulang ke rumah, mandi, tidur sekitar jam 1 pagi. Eh, jam 5 pagi alarm udah bunyi. Begitu terus tiap hari...” Yah, namanya juga cari uang...  Bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian ^_^

Jualan makanan atau bisnis kuliner memang ga gampang. Terutama karena kita harus menyesuaikan dengan selera banyak orang. Produksinya memerlukan kreativitas, dan kualitas makanan menjadi prioritas. Konsistensi rasa makanan harus tetap dijaga sama enaknya setiap hari, begitu pula jika sudah mempunyai banyak cabang –seperti Warung Leko ini– cita rasa dan kualitas di semua cabang harus sama.

Setujukah Anda, jika kini makanan ga cuma sebuah kebutuhan untuk hidup, melainkan sudah menjadi semacam gaya hidup, khususnya di kota-kota besar. Persaingan jadi semakin sengit karena bermunculannya restoran-restoran baru, dengan menu-menu yang unik. Nah, kalau pandai melihat peluang dan menggabungkan dengan gaya hidup masyarakat, bisa jadi produk makanan kita disukai banyak orang.

Selain itu, tak kalah pentingnya adalah menyesuaikan dengan daya beli masyarakat. Lingkungan tempat bisnis harus diperhatikan. Jangan sampai harga makanan kita mahal, sementara daya beli masyarakat rendah.  Kacau deh bisnisnya.

Aspek lainnya yang perlu diperhatikan adalah pemasaran. Untuk itu kita perlu melakukan analisis pasar; apakah untuk kalangan menengah ke atas atau menengah ke bawah? Lalu bagaimana teknik pemasaran yang akan digunakan. Beruntungnya, sistem franchise jadi menekan biaya untuk promosi. Tanpa memasang iklan, spanduk, ataupun menyebar brosur, pembeli datang dengan sendirinya karena sudah familiar dengan namanya.

Apapun pilihan bisnis yang kita jalani, semuanya memerlukan passion, ketekunan, dan keuletan untuk sukses. Begitu juga dengan bisnis kuliner. Mulai dari bahan baku, alur produksi, penyajian, dan layanan harus direncanakan dengan matang. Ditambah inovasi berkelanjutan yang menekankan pada keunggulan produk, jangan abaikan faktor kebersihan, serta adanya penanganan resiko yang baik.

Jadi kalau ke Kediri, jangan lupa makan di Warung Leko, ya! Makanannya juga sudah terbukti enak-enak, harganya berkisar mulai Rp 8 ribu-Rp 40 ribu. Tempatnya di Jalan Ronggowarsito. Buka setiap hari jam 11 siang sampai jam 9 malam (weekdays), dan untuk Sabtu-Minggu tutupnya jam 9.30 malam. 
Hidup iga penyet!

Senin, 23 Juli 2012

Sitting Disease


Dulu, aku termasuk orang yang kadangkala sakit punggung. Awalnya aku kira itu hanya karena salah posisi saat tidur. Sampai aku menemukan istilah “Sitting Disease” atau penyakit terlalu banyak duduk. Oh, ternyata ada juga yang seperti ini.

Penyakit terlalu banyak duduk (sitting disease) ini merupakan satu jenis "tren" baru bagi mereka yang memiliki gaya hidup minim aktivitas atau olahraga. Meski rasanya tak ada yang salah dalam menjalankan kebiasaan ini, namun sebuah riset terbaru mengatakan bahwa ketika tubuh jarang bergerak, maka resiko terkena penyakit jantung, diabetes, kanker, dan obesitas pun melonjak. Para ahli menemukan adanya hubungan antara terlalu lama duduk dengan peningkatan resiko terkena penyakit. Setiap satu jam kita duduk di depan televisi, bisa meningkatkan 18 persen kemungkinan terkena penyakit kardiovaskuler.

Untuk menghindari sitting disease ini, ada beberapa hal sederhana yang bisa kita lakukan, yaitu:

Aktivitas selain berolahraga. Bagi yang tak memiliki waktu untuk berlatih fisik setiap hari, masih bisa melakukan kegiatan fisik yang bukan olahraga berat. Aktivitas ini bernama Nonexercise Activity Thermogenesis (NEAT). Yang termasuk dalam kegiatan ini antara lain peregangan, menekuk lutut, memutar pinggang, dan lainnya. Cobalah untuk menargetkan diri melakukan kegiatan ini sepuluh menit dalam setiap jam. Asyiknya, NEAT adalah melakukan kegiatan fisik yang tak perlu mengeluarkan uang. Jadi, ini sangat tepat untuk kita yang tak memiliki uang dan waktu untuk pergi ke pusat kebugaran. Kita juga dapat mengembangkan aktvitas harian dengan berolahraga, misal, dengan mempercepat langkah saat menuju telepon, tak berkutat lama di depan internet, atau sekadar berjalan kaki keliling komplek.

Padukan duduk dan berdiri. Duduk dalam waktu lama tidak sehat untuk manusia, namun berdiri dalam waktu lama pun bisa menimbulkan masalah, seperti punggung sakit dan kaki pegal atau kram. Akan sangat baik untuk mengubah posisi dari duduk ke berdiri dan sebaliknya secara rutin.

Ambil waktu istirahat. Kebanyakan orang sudah mengetahui, bahwa jika tubuh kita tidak beraktivitas fisik, maka timbangan berat badan bisa melonjak, namun hal ini tidak menjadi motivasi yang cukup kuat untuk membuat seseorang mulai bergerak. Jadi,  lebih baik kita mulai memotivasi diri dengan gol kecil. Cobalah untuk melakukan peregangan seluruh bagian tubuh, khususnya otot-otot yang sering kram. Jika kita melakukan peregangan ini 5-6 kali per hari, kita akan merasakan perbedaannya.

Jangan malas! Anggaplah tahun ini adalah tahun sebelum kejayaan internet. Jika ada perlu dengan rekan kerja yang masih ada di lantai yang sama, kunjungilah sesekali. Kurangi pengiriman email yang sebenarnya bisa dilakukan sambil bertatap muka. Kita bisa membina hubungan baik dengan rekan kerja, sekaligus melakukan aktivitas fisik yang menyehatkan.

Kebiasaan baik. Berdiri menggunakan otot lebih banyak, dan membakar kalori lebih banyak ketimbang duduk. Jadi, kita dapat melatih diri untuk berdiri, ketika menerima telepon, misalnya. Menggunakan tangga darurat untuk naik atau turun beberapa lantai dan mengurangi penggunaan lift juga akan membawa dampak baik bagi tubuh.

15 menit untuk 2 jam. Memperlama diri duduk di ruang kerja bisa membuat diri kita lelah. Akibatnya, kita cenderung mengantuk menjelang jam pulang kantor. Namun, ketika kita berjalan kaki sekitar 15 menit di sore hari, kita akan merasa lebih produktif di jam-jam menjelang pulang kantor.

Pertimbangkan transportasi umum. Amat berbahaya untuk mencoba berolahraga sambil menyetir mobil atau kendaraan pribadi. Namun, ketika kita menggunakan kendaraan umum ke tempat kerja, kita bisa berdiri, menggerakkan otot-otot kaki dan tangan, atau turun beberapa meter dari kantor untuk berjalan sejenak menuju kantor. Jika transportasi massal bukan pilihan, kita bisa mencari tempat parkir yang cukup jauh agar bisa berjalan kaki beberapa menit menuju kantor dan sebaliknya, dari kantor ke kendaraan.

Tonton televisi lebih banyak. Ya, Anda tak salah baca, namun jangan senang dulu. Anda boleh menonton televisi dalam waktu lama hanya jika Anda melakukan kegiatan yang cukup mengolah fisik di depannya. Misal, tempatkan treadmill atau sepeda statis di depan televisi. Tak ada alat kebugaran ini? Berbenah sambil menonton televisi, misal, bersih-bersih daerah di depan televisi, juga dapat kita lakukan. Jangan biarkan diri kita melemah karena terlalu banyak bersantai. Riset menunjukkan bahwa semakin lama kita menonton televisi, makin besar pula resiko lingkar pinggang kita melebar, dan makin tinggi pula resiko kita terkena penyakit kardiovaskuler.


Jadi, sudah jelas bahwa terlalu banyak duduk dapat mengganggu sistem metabolisme tubuh dan meningkatkan resiko kematian. Mereka yang kurang aktif dan lebih banyak menghabiskan waktu lebih untuk duduk mempunyai resiko kematian dua kali lebih tinggi dalam jangka waktu tiga tahun ke depan. Bagi mereka yang berolahraga secara teratur dan mereka yang jarang menghabiskan waktu di tempat duduk, resiko kematian lebih rendah. Jadi, mari kita  lakukan aktivitas paling mudah: berdiri dan berjalan kapan pun kita bisa!


(sumber: Kompas.com)

Rabu, 07 Maret 2012

Makanan Sehat VS Makanan Sampah

Beberapa hari lalu, aku dapat kabar dari Mamaku kalau saudara sepupuku sedang dirawat di rumah sakit karena ada masalah di perutnya. Cerita Mamaku, awalnya sepupuku itu merasa perutnya kaku dan sakit banget. Setelah diperiksakan di rumah sakit, ternyata di dalam perutnya itu penuh air dan ada semacam sel atau mungkin kista yang dapat menyebabkan kanker, oleh sebab itu harus segera dioperasi.

Jadi ga nunggu waktu lama, sepupuku itu segera dibawa ke Singapura untuk dioperasi ~ aku heran: kenapa harus ke Singapura ya???~
Lewat kejadian itu, aku berpikir, apa yang menyebabkan ada sel atau mungkin kista di perut sepupuku itu? Padahal sepupuku itu masih muda, umurnya baru 20 tahun, belum menikah, masih kuliah. Aku memang ga tau apa penyebabnya, tapi aku berspekulasi apa mungkin karena pengaruh makanan? Soalnya sepupuku itu nge-kost di dekat kampusnya. Tau sendiri gimana kebiasaan makan anak kost, kebanyakan serba instan, atau goreng-gorengan, dan jam makan jadi ga beraturan...

Terlepas dari apakah pengaruh makanan yang menyebabkan sepupuku sakit, memang kita harus menjaga apa yang kita masukkan ke tubuh, pastinya kan demi kesehatan...
Nah, aku pernah baca info dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) tentang makanan yang terbaik dan makanan yang terburuk. Pada symposium ke-113, WHO membahas makanan, olah raga, dan kebiasaan hidup strategi baru kesehatan global. Strategi baru tersebut mengemukakan bahwa pola makan yang tidak sehat merupakan penyebab utama timbulnya bermacam macam penyakit non infeksi (tidak menular) termasuk beberapa jenis kanker.
WHO merekomendasikan golongan makanan yang terbaik, yaitu:
1. Buah Terbaik
Urutan buah terbaik adalah pepaya, strawberry, orange, jeruk kupas, kiwi, mangga, plum, kesemek, dan semangka.
2. Sayur Terbaik
Ketela kuning kaya kandungan vitamin dan juga zat antikanker, disusul oleh asparagus, selada, brokoli, seledri, terong, bit, wortel, dan sawi putih.
3. Daging terbaik
Struktur daging angsa mirip dengan minyak zaitun, bermanfaat untuk jantung. Daging angsa mendapat predikat sebagai sumber protein terbaik.
4. Makanan tersehat untuk proteksi otak
Antara lain Pocai (soinancia oleracea), kucai, labu merah, onion, kembang kol, kacang polong, tomat, wortel, sawi putih kecil, daun bawang, seledri, kacang tanah, jambu mente, biji tusam, biji apricot, kedelai.
5. Tim atau Sup Terbaik
Adalah tim ayam, terutama tim ayam betina karena dapat mencegah flu, radang tenggorokan, sesuai untuk konsumsi baik di musim dingin maupun musim panas.
 
Berikutnya, ini adalah 10 macam makanan sampah (Junk Food) yang diumumkan WHO:
1. Makanan Gorengan
Golongan makanan ini kandungan kalorinya tinggi, kandungan lemak/minyak, dan oksidanya juga tinggi. Bila dikonsumsi secara regular dapat menyebabkan kegemukan, hyperlipitdema, dan jantung koroner. Dalam proses menggoreng sering terjadi banyak zat karsiogenik (racun), dan telah terbukti bahwa kecenderungan kanker bagi mereka yang mengkonsumsi makanan gorengan jauh lebih tinggi daripada yang tidak / sedikit mengkonsumsi makanan gorengan.
2. Makanan Kalengan
Baik yang berupa buah atau daging. Mengapa tidak sehat? Karena  kandungan gizinya sudah banyak dirusak, terlebih kandungan vitaminnya hampir seluruhnya rusak. Kandungan proteinnya telah mengalami perubahan sifat hingga penyerapannya diperlambat. Nilai gizinya jauh berkurang. Selain itu banyak buah kalengan berkadar gula tinggi dan diasup ke tubuh dalam bentuk cair sehingga penyerapannya sangat cepat. Dalam waktu singkat, dapat menyebabkan kadar gula darah meningkat, memberatkan beban pankreas, dan bersamaan dengan tingginya kalori, dapat menyebabkan obesitas.
3. Makanan Asinan
Dalam proses pengasinan dibutuhkan penambahan garam secara signifikan, mengakibatkan kandungan garam makanan tersebut melewati batas, jadi menambah beban ginjal saat memprosesnya. Akibatnya, bahaya hipertensi. Terlebih pada proses pengasinan sering ditambahkan amonium nitrit yang menyebabkan peningkatan bahaya kanker hidung dan tenggorokan. Kadar garam tinggi dapat merusak selaput lendir lambung dan usus.
4. Makanan Daging yang Diproses
Contohnya ham, sosis, dll. Makanan golongan tersebut mengandung garam nitrit cukup tinggi yang dapat menyebabkan kanker, juga mengandung pengawet, pewarna, dll yang memberatkan beban hati / hepar. Mengkonsumsi dalam jumlah besar dapat mengguncangkan tekanan darah dan memberatkan kerja ginjal.
5. Makanan dari Daging Berlemak dan Jerohan
Walaupun makan ini mengandung protein yang baik, vitamin, dan mineral, tapi daging berlemak dan jerohan mengandung lemak jenuh dan kolestrol yang sudah divonis sebagai pencetus penyakit jantung. Makan jerohan binatang dalam jumlah banyak dan waktu lama dapat menyebabkan penyakit jantung koroner dan tumor ganas (kanker usus besar), kanker payudara, dll.
6. Olahan Keju
Sering mengkonsumsi olahan keju dapat menyebabkan penambahan berat badan hingga gula darah meninggu. Mengkonsumsi cake / kue keju bertelur menyebabkan kurang gairah makan. Konsumsi makanan berkadar lemak dan gula tinggi sering mengakibatkan pengosongan perut. Banyak kasus terjadinya hyperaciditas (pengeluaran asam lambung berlebihan) dan rasa terbakar.
7. Mie Instan
Makanan ini tergolong makanan tinggi garam, serta miskin vitamin dan mineral. Kadar garam tinggi menyebabkan beratnya beban ginjal, meningkatkan tekanan darah, dan mengandung trans lipid, memberatkan beban pembuluh darah jantung.
8. Makanan yang Dipanggang / Dibakar
Mengandung zat penyebab kanker.
9. Sajian Manis Beku
Contohnya adalah es krim, cake beku, dll. Golongan ini punya 3 masalah karena mengandung banyak mentega yang menyebabkan obesitas, kadar gula tinggi mengurangi nafsu makan, juga karena temperaturnya rendah sehingga mempengaruhi usus.
10. Manisan Kering
Mengandung garam nitrat. Di dalam tubuh, zat ini dapat bergabung dengan ammonium dan menghasilkan zat karsiogenik. Selain itu, mengandung esen segai tambahan yang merusak hepar dan organ lain, juga mengandung garam tinggi yang menyebabkan tekanan darah tinggi dan memberatkan kerja ginjal.

Setelah tau info itu, sekarang aku jadi lebih selektif terhadap makanan. Mengonsumsi junk food memang ga dilarang kok, semua tergantung masing-masing orang. Sekali-kali aku masih makan ayam+kentang goreng fast food, es krim (~that’s my favourite!!!~), atau roti-roti manis; tapi kalau pas kepengen aja. Untungnya dari dulu aku ga suka jerohan, asinan, manisan, makanan kaleng, dan mie instan; walaupun kata orang mie instan, sarden, dan kornet adalah makanan para anak kost (seperti saya)... Haha :D
Pada dasarnya sih, tubuh yang sehat harus kita upayakan ga hanya dari apa yang kita makan aja; tapi juga harus diimbangi juga dengan olahraga, istirahat, ibadah, dan sebagainya. Jadi inget slogan ”Men sana in corporesano”, di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat!
"junk food"